catrawarta.com — Halaman kampus Universitas Muhammadiyah Yogyakarta (UMY) penuh pada saat salat Iduladha. Salat berlangsung khusyuk. Rektor Prof Achmad Nurmandi yang berkhotbah mengingatkan civitas akademika untuk terus menumbuhkan kepedulian kepada sesame terutama yang membutuhkan bantuan.
Ditekankannya, ibadah kurban menjadi momentum nyata untuk mengikis sifat kikir dan menumbuhkan kepedulian sosial. Kurban bukan hanya menyembelih hewan tetapi ada makna mendalam dari peristiwa itu.
Nurmandi menyampaikannya ketika menjadi khatib Salat Iduladha 1447 H yang digelar di halaman Kampus UMY. Salat berlangsung mulai pukul 06.30 WIB dengan imam Nanda Ardika, Imam Masjid Kampus UMY, dan dihadiri oleh civitas akademika serta masyarakat luas di sekitar kampus.
”Ibadah kurban yang kita lakukan bukan sebatas menyembelih hewan. Kurban mengandung pesan untuk mengikis sifat kikir dan cinta dunia, menumbuhkan kepedulian sosial karena daging kurban dibagikan kepada fakir miskin,” paparnya.
Ia mengutip pada firman Allah dalam QS. Al-Hajj ayat 37, bahwa yang sampai kepada Allah bukan daging maupun darah hewan kurban, melainkan ketakwaan dari orang yang berkurban. Menurutnya, hal inilah yang menjadi inti dari seluruh ibadah kurban.
Tiga Nilai Utama Kisah Nabi Ibrahim dan Nabi Ismail
Guru besar bidang smart governance tersebut juga mengajak jemaah meneladani kisah Nabi Ibrahim dan Nabi Ismail sebagai landasan nilai. Ada tiga nilai utama yang harus dihidupkan dari kisah tersebut, yakni ketaatan mutlak kepada Allah, keikhlasan dan kesabaran, serta kesediaan berkorban.
Pada khotbahnya, ia mengaitkan semangat kurban dengan nilai persatuan umat Islam. Ia menambahkan dalam ibadah haji, jutaan muslim dari berbagai suku, bangsa, dan status sosial berdiri setara di hadapan Allah tanpa pembeda apapun. Semangat yang sama harus terwujud dalam kehidupan bermasyarakat sehari-hari.
Ia menegaskan, Iduladha merupakan momentum untuk memperkuat hubungan dengan Allah melalui ketaatan, memperkuat hubungan dengan sesama melalui kepedulian, dan memperkuat hubungan dengan diri sendiri melalui keikhlasan dan kesabaran.
Nurmandi juga mendorong jemaah untuk memperbaiki etika dalam kehidupan berkeluarga dan bermasyarakat, serta menjaga kesehatan sebagai modal utama dalam beribadah dan memberikan manfaat kepada sesama.

Baru Viral, Anak Pejabat Terpapar Asap Ganja di Toilet 