Warta

Petani Temanggung Siap Tanam Tembakau, Tuntut Jaminan Pupuk, Regulasi dan Harga

catrawarta.com — Memasuki awal musim tanam 2026, ribuan petani tembakau di Kabupaten Temanggung mulai bersiap mengolah lahan di lereng Gunung Sumbing, Gunung...

Lahan tanaman tembakau di Kabupaten Temanggung. (Istimewa)

catrawarta.comMemasuki awal musim tanam 2026, ribuan petani tembakau di Kabupaten Temanggung mulai bersiap mengolah lahan di lereng Gunung Sumbing, Gunung Sindoro dan Gunung Prau. Musim tanam ini bukan sekadar rutinitas tahunan, melainkan menjadi penentu keberlangsungan ekonomi bagi para petani yang menggantungkan hidup pada komoditas tembakau, yang dikenal sebagai “emas hijau” daerah.

Ketua Asosiasi Petani Tembakau Indonesia (APTI) Kabupaten Temanggung, Siyamin, menyatakan,  para petani pada dasarnya siap menghadapi musim tanam tahun ini. Namun demikian, ia menegaskan, keberhasilan musim tanam sangat bergantung pada dukungan konkret dari pemerintah maupun pihak pabrikan.

Menurutnya, terdapat tiga faktor utama yang menjadi kunci keberhasilan budidaya tembakau. Pertama, ketersediaan pupuk khusus tembakau yang harus merata dan mudah diakses petani. Ia menekankan, pupuk menjadi faktor mutlak dalam menjaga kualitas hasil panen. Tanpa dukungan pupuk yang memadai, kualitas tembakau Temanggung dikhawatirkan akan menurun drastis.

Kedua, regulasi yang berpihak pada petani. APTI mendesak pemerintah agar segera mengeluarkan kebijakan yang melindungi petani di sektor hulu. Di tengah meningkatnya biaya produksi dan tekanan global terhadap industri tembakau, regulasi yang memberatkan dinilai justru akan memperburuk kondisi petani.

Ketiga, jaminan harga dari pabrikan rokok. Siyamin menegaskan bahwa biaya produksi, mulai dari pengolahan lahan hingga perawatan tanaman, terus mengalami kenaikan. Oleh karena itu, petani berharap hasil panen dapat diserap dengan harga yang layak dan sebanding dengan usaha yang telah dikeluarkan.

“Sinergi antara petani, pemerintah, dan pabrikan bukan lagi pilihan, melainkan keharusan. Jika pupuk tersedia, regulasi mendukung, dan harga baik, maka ekonomi Temanggung akan bergerak kuat,” ujarnya.

Luas Lahan Tanaman Tembakau

Sementara itu, Kepala Bidang Hortikultura dan Perkebunan Dinas Ketahanan Pangan, Pertanian, dan Perikanan (DKPPP) Kabupaten Temanggung, Sumarno, menyampaikan, luas lahan tembakau pada musim tanam 2026 diperkirakan mencapai 13.000 hingga 14.000 hektare, tidak jauh berbeda dengan tahun sebelumnya yang mencapai sekitar 14.000 hektare.

Lahan tersebut tersebar di kawasan persawahan maupun tegalan, khususnya di wilayah lereng gunung. Ia juga menyebutkan, kondisi musim kemarau tahun ini diprediksi cenderung kering, yang umumnya berdampak positif terhadap kualitas tembakau.

Meski demikian, Sumarno mengingatkan, petani perlu cermat dalam menentukan waktu tanam, terutama terkait awal dan akhir musim kemarau. Ketepatan waktu tanam akan sangat berpengaruh terhadap kualitas dan produktivitas hasil panen.

Adapun varietas tembakau yang ditanam meliputi Kemloko 1 hingga Kemloko 8. Untuk wilayah lereng gunung, petani umumnya menanam Kemloko 1 yang berdaun kecil, sedangkan di lahan sawah penanaman dilakukan lebih akhir karena masa tanamnya relatif lebih pendek.

Dengan berbagai tantangan yang ada, para petani berharap musim tanam tahun ini dapat membawa hasil yang baik. Mereka menyatakan kesiapan untuk bekerja keras di ladang, namun tetap menuntut dukungan nyata agar musim tanam 2026 menjadi berkah, bukan sebaliknya.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *