Warta

Perhatikan Baik-Baik, Ini Gejala Terpapar Virus Nipah

catrawarta.com — Penyebara virus Nipah menjadi perhatian banyak pihak apalagi dampaknya bisa berakibat kematian. Infeksi virus tersebut dapat menyerang sistem saraf dan...

KELELAWAR: Ilustrasi penyebar virus Nipah yang mengancam penduduk bumi.(Sumber: vietnam.vn)

catrawarta.comPenyebara virus Nipah menjadi perhatian banyak pihak apalagi dampaknya bisa berakibat kematian. Infeksi virus tersebut dapat menyerang sistem saraf dan menyebabkan komplikasi serius.

Di Indonesia, belum ada temuan kasus pada manusia. Namun demikian perlu perhatian serius rena virus dapat menyebar begitu cepat. Kondisi ini mendorong pentingnya penjelasan berbasis medis agar masyarakat memahami risiko secara proporsional.

”Tingkat kematian akibat virus Nipah sangat dipengaruhi oleh kesiapan sistem kesehatan dan kecepatan penanganan klinis,” ungkap Dokter Spesialis Mikrobiologi RSA UGM dr M Edwin Widyanto Daniwijaya PhD Sp MK.

Ia memaparkan, pada sejumlah wabah, angka kematian tercatat jauh lebih besar dibandingkan jumlah kasus yang terkonfirmasi. Angkanya diperkirakan berkisar antara 40 hingga 75 persen, bergantung pada sistem kesehatan dan penanganan klinis.

Menyerang Sistem Saraf Pusat

Menurut Edwin, virus Nipah memiliki kemampuan menyerang sistem saraf pusat dan menyebabkan perburukan klinis yang cepat. Infeksi dapat berkembang menjadi ensefalitis atau peradangan serius pada jaringan otak dengan gejala neurologis yang serius.

Kondisi tersebut sering disertai penurunan kesadaran dan kejang dalam waktu singkat. Kerusakan neurologis yang terjadi berpotensi berujung pada kematian. Virus bisa menyerang otak dan memicu penurunan kesadaran, kejang, hingga kematian.

Ia menjelaskan lebih jauh, gejala awal infeksi virus Nipah kerap tidak khas sehingga sulit dikenali sejak awal. Pada fase awal keluhan yang muncul menyerupai infeksi virus pada umumnya. Ini membuat banyak kasus berpotensi terlambat terdiagnosis secara klinis.

”Keterlambatan pengenalan penyakit berpengaruh terhadap risiko perburukan. Pasien biasanya mengalami demam, sakit kepala, nyeri otot, mual, muntah, dan nyeri tenggorokan,” imbuhnya.

Gejala Lebih Berat

Gejala dapat berkembang menjadi lebih berat dalam hitungan hari. Pasien bisa mengalami disorientasi, penurunan kesadaran, hingga kejang sebagai tanda keterlibatan sistem saraf. Bahkan pada sebagian kasus, gangguan pernapasan turut menyertai kondisi tersebut.

Edwin menekankan perburukan yang cepat menjadi tantangan dalam penanganan klinis. Perjalanan penyakitnya bisa cepat memburuk, sehingga kewaspadaan sejak fase awal sangat penting.

”Apabila ditemukan pasien dengan gejala yang mengarah ke virus Nipah, rumah sakit rujukan akan mengikuti protokol penanganan penyakit infeksi emerging,” tandasnya.

Langkah awal meliputi identifikasi kasus berdasarkan riwayat paparan dan perjalanan pasien. Isolasi segera dilakukan dengan penerapan kewaspadaan standar dan transmisi.

Tenaga kesehatan juga wajib menggunakan alat pelindung diri secara lengkap. Penanganan awal mencakup isolasi, pelaporan cepat, pemeriksaan laboratorium molekuler, serta terapi suportif intensif.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *