catrawarta.com — Jumlah pengungsi akibat bencana di Sumatra mulai berkurang dan mendekati nol menjelang Lebaran. Pemerintah memang memprioritaskan tidak ada pengungsi di tenda, semua harus masuk hunian sementara atau hunian tetap.
Data Satuan Tugas Percepatan Rehabilitasi dan Rekonstruksi (PRR) Pascabencana Sumatera menyebutkan pembangunan hunian sementara juga telah mencapai 100 persen di Sumatera Barat sedangkan Sumatera Utara 95 persen dan Aceh 77 persen.
Dengan demikian Sebagian besar pengungsi tenda bisa menempati hunian sementara. Berdasarkan laporan harian Satgas PRR per 14 Maret, tercatat penurunan jumlah pengungsi. Total pengungsi bencana Sumatra yang berada di tenda berjumlah sebanyak 1.314 kepala keluarga (KK), namun kini tercatat terdapat 812 KK yang masih berada di tenda atau berkurang 502 KK.
Ketua Satgas PRR, Muhammad Tito Karnavian menjelaskan pengungsi yang masih berada di tenda, seluruhnya berada di daerah terdampak bencana Aceh. Pengungsi Sumut telah seluruhnya sudah pindah ke hunian yang lebih layak. Hasil ini sepadan dengan capaian relokasi jumlah pengungsi di Sumbar yang lebih dulu pindah ke hunian, tak lagi di tenda.
Ia menyebut keberhasilan relokasi seluruh pengungsi Sumut dan Sumbar karena percepatan pembangunan huntara di tiga provinsi terdampak. Jumlah huntara yang telah selesai dibangun terus meningkat.
Rincian Hunian Sementara
Tito memaparkan, dari total rencana 19.295 unit huntara di tiga provinsi terdampak, hingga saat ini 15.595 unit telah selesai dibangun, atau sekitar 80 persen dari target keseluruhan. Di Sumbar, pembangunan huntara telah mencapai 100 persen, Sumut 95 persen, dan Aceh 77 persen.
Kecuali itu, Satgas PRR juga telah menyelesaikan pembagunan huntap. Data Satuan Tugas PRR Pascabencana Sumatera per 14 Maret, ada 110 unit huntap yang selesai dibangun dari 36.669 huntap yang akan dibangun. Sementara ada 1.359 unit lainnya yang sedang dalam proses pembangunan.
Pemerintah juga memberikan bantuan berupa Dana Tunggu Hunian (DTH) bagi korban bencana yang tidak memilih tinggal di huntara. Hingga saat ini, seluruh rekening penerima DTH telah menerima transfer. Tingkat penyaluran mencapai 100 persen untuk 13.728 seluruh penerima.
”Pemerintah tidak akan membiarkan pengungsi tinggal di tenda terlalu lama. Seluruh instansi lintas sektor mempercepat penyelesaian hunian bagi masyarakat terdampak bencana. Tak elok kalua masih di tenda,” tandas Tito.

Pertamina Tambah 821.600 Pasokan LPG 3 Kg untuk DIY 