Warta

MPR Tegaskan Lomba Cerdas Cermat Harus Spotif!

catrawarta.com — Kasus juri yang memberi nilai minus 5 pada jawaban peserta lomba cerdas cermat Empat Pilar MPR RI terus menjadi perhatian....

Contestants seated on a tiered stage wearing matching patterned shirts and green id badges during a competition window of a quizcontest event
LOMBA: Suasana Lomba Cerdas Cermat Empat Pilar MPR RI.(Sumber: instagram melchiasmekeng)

catrawarta.comKasus juri yang memberi nilai minus 5 pada jawaban peserta lomba cerdas cermat Empat Pilar MPR RI terus menjadi perhatian. Terbaru, MPR RI secara kelembagaan menyampaikan klarifikasi dan permohonan maaf.

Pada klarifikasi resminya MPR RI melalui Sekretariat Jenderal menyampaikan permohonan maaf atas kelalaian Dewan Juri yang menyebabkan polemik terkait pelaksanaan Lomba Cerdas Cermat (LCC) Empat Pilar MPR RI di Provinsi Kalimantan Barat.

”MPR RI memahami bahwa kegiatan pendidikan dan pembinaan generasi muda termasuk LCC Empat Pilar harus menjunjung tinggi nilai sportivitas, objektivitas, keadilan, serta semangat pembelajaran yang konstruktif,” ungkap surat permohonan maaf Sekretariat Jenderal MPR RI yang disampaikan ke media.

Surat itu juga menuliskan, terkait ramainya pemberitaan di media sosial tentang LCC Empat Pilar 2026 tingkat Provinsi Kalimantan Barat, mengenai penilaian jawaban peserta pada salah satu sesi lomba, panitia pelaksana dari Sekretariat MPR RI telah menonaktifkan Dewan Juri dan MC pada kegiatan LCC.

Dalam cuplikan rekaman video yang beredar, protes siswi bernama Josepha Alexandra dari SMA Negeri 1 Pontianak tergolong berani dan jujur. Ia menyampaikan apa adanya, namun juri dan MC tetap meneruskan kegiatan.

MPR RI Lakukan Evaluasi

Kejadian tersebut membuat MPR RI mengambil langkah tegas selain menonaktifkan Dewan Juri juga pembaca acara dari kegiatan LCC Empat Pilar. Pada surat permohonan maaf, lembaga itu akan melakukan evaluasi menyeluruh pelaksanaan lomba.

Evaluasi juga menyangkut mekanisme penilaian, sistem verifikasi jawaban peserta dan tata kelola dalam perlombaan. Tujuannya, agar pelaksanaan lomba ke depan berlangsung makin baik, transparan dan akuntabel.

Para wakil rakyat di MPR RI juga menyampaiak apresiasi ke seluruh peserta, guru pendamping, panitia daerah dan seluruh masyarakat yang memberikan perhatian pada dunia pendidikan kebangsaan.

”Masukan publik akan menjadi bahan evaluasi penting demi menjaga kualitas kegiatan dan kepercayaan masyarakat terhadap proses pembelajaraan kebangsaan yang inklusif, edukatif dan berintegritas,” begitu akhir surat klarifikasi dan permohonan maaf MPR RI.

Seperti diberitakan, siswi SMA Negeri 1 Pontianak yang berani dan jujur menuai banyak pujian. Sikapnya yang santun ketika ”protes” pada juri lomba cerdas cermat Empat Pilar MPR RI langsung membuat jutaan orang mengapresiasinya.

Sebaliknya, sikap juri, juga pembawa acara (MC) lomba cerdas cermat membuat netizen geram. Mereka menilai sikap antikritik ternyata tak hanya ada pada para pejabat dan elite tetapi sampai ke bawahannya.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *