catrawarta.com — Lampung menjadi gerbang utama mobilitas masyarakat menuju Pulau Sumatra. Berbagai fasilitas sudah disiapkan agar pemudik bisa memasuki dan melintasi Lampung menuju berbagai kota di Sumatra dengan aman, nyaman dan lancar.
Menurut Menteri Pekerjaan Umum, Dody Hanggodo, Lampung memiliki peran strategis karena menjadi pintu masuk utama dari Pulau Jawa ke Sumatera maupun sebaliknya. Lalu lintas di pintu masuk tersebut sangat padat terutama menjelang Lebaran.
Ia menegaskan pemerintah berkomitmen memastikan jaringan jalan nasional dalam kondisi baik agar perjalanan mudik masyarakat berlangsung aman dan nyaman.
”Kementerian PU melalui Balai Pelaksanaan Jalan Nasional (BPJN) Lampung menargetkan kondisi zero pothole atau bebas lubang pada jalur mudik Utama,” tandas Dody.
Data yang masuk menyebutkan penanganan lubang jalan pada koridor jalur mudik utama di Lampung telah dilakukan pada lebih dari 6.800, Mendekati Lebaran, seluruh kondisi jalan telah mencapai zero pothole atau bebas jalan berlubang.
Jalur Utama Mudik
Menteri memaparkan, sejumlah koridor utama yang dapat digunakan pemudik menuju Sumatera Selatan dan wilayah lainnya antara lain Jalan Tol Bakauheni–Pematang Panggang sepanjang 253 km, Jalan Lintas Timur Sumatera sepanjang 285,18 km melalui Lampung Timur hingga Pematang Panggang. Kecuali itu, Jalan Lintas Tengah Sumatera sepanjang 318,47 km yang melintasi Kota Bandar Lampung hingga Way Kanan.
”Pemudik yang menuju Kota Bandar Lampung tersedia dua alternatif perjalanan, yakni melalui Jalan Tol Bakauheni–Terbanggi Besar dengan pintu keluar Tol Itera KM 78 atau melalui Jalur Lintas Tengah Sumatera melalui Kalianda dengan jarak tempuh sekitar 87 kilometer,” papar Dody.
Ia menjelaskan pula, BPJN Lampung juga menyiapkan tim siaga dan peralatan berat di sejumlah titik strategis. Hal itu untuk memastikan setiap gangguan lalu lintas yang bersifat mendesak dapat segera ditangani. Dengan begitu arus kendaraan menuju pelabuhan maupun ke wilayah Sumatra tetap terjaga dan lancar.
Kementerian telah memetakan lokasi rawan longsor, banjir, kemacetan, dan kecelakaan sepanjang jaringan jalan nasional Lampung. Kementerian telah menyiapkan Disaster Relief Unit (DRU) pada titik-titik rawan bencana.
Petugas memasang rambu peringatan keselamatan, serta meningkatkan kegiatan pemeliharaan rutin seperti pembersihan drainase dan pengendalian vegetasi.
”Jalur yang menuju Pelabuhan Bakauheni, pengelola Jalan Tol Bakauheni–Terbanggi Besar juga menyiapkan skema pengaturan lalu lintas berupa delay system di beberapa rest area, antara lain KM 87B, KM 49B, KM 33B, dan KM 20B. Sistem ini bertujuan mengatur arus kendaraan agar tidak terjadi penumpukan di kawasan Pelabuhan sehingga memperlancar arus,” tandas Dody.

Alarm Bahaya Bagi Dunia, Obesitas Menyerang 4 Miliar Orang 