Warta

Kurangi Intensitas Hujan Lebat, BMKG Modifikasi Cuaca

catrawarta.com — Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) bersama Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Jawa Timur menggelar Operasi Modifikasi Cuaca (OMC) guna...

HUJAN: Ilustrasi potensi hujan lebat masih bisa terjadi di sejumlah wilayah pada Lebaran Jumat, 21 Maret 2026.(Sumber: Freepik)

catrawarta.comBadan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) bersama Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Jawa Timur menggelar Operasi Modifikasi Cuaca (OMC) guna mengamankan arus mudik dari ancaman cuaca ekstrem.

Pasalnya, di beberapa daerah masih mengalami curah hujan tinggi sehingga dikhawatirkan mengganggu arus mudik dan juga Lebaran. Hal ini berdasarkan pernyataan Stasiun Meteorologi Kelas I Juanda terkait kewaspadaan cuaca ekstrem periode 11–20 Maret 2026.

Wilayah Jawa Timur diprakirakan mengalami peningkatan potensi hujan sedang hingga lebat yang dapat disertai petir dan angin kencang. Kondisi tersebut dipengaruhi dinamika atmosfer seperti Madden-Julian Oscillation (MJO), gelombang Kelvin, serta kondisi atmosfer yang labil sehingga mendukung pertumbuhan awan konvektif.

”Cuaca ekstrem berisiko menimbulkan bencana hidrometeorologi seperti banjir, tanah longsor, dan gangguan aktivitas masyarakat, termasuk pada periode arus mudik Lebaran 2026. Perlu langkah mitigasi aktif untuk mengurangi dampak bencana,” papar Supervisi BMKG, Alif Kurniawan.

Modifikasi Cuaca Kendalikan Hujan

Alif menjelaskan, BKMG bersama Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Jawa Timur melaksanakan Operasi Modifikasi Cuaca (OMC) untuk mengamankan arus mudik dari ancaman cuaca ekstrem.

Operasi berpusat di Posko Lanudal Juanda, berlangsung sejak 16 hingga 25 Maret 2026 dengan fokus mengendalikan intensitas curah hujan di wilayah rawan bencana.

Tim gabungan telah melakukan 7 sorti penerbangan dengan total durasi 14 jam 1 menit selama tiga hari pertama pelaksanaan (16–18 Maret). Dalam operasi tersebut, sebanyak 6.800 kg bahan semai digunakan, terdiri dari 1.000 kg NaCl dan 5.800 kg CaO yang disemaikan ke awan potensial di langit Jawa Timur.

Menurut Alif, langkah tersebut terbukti efektif menurunkan rata-rata curah hujan hingga 40 persen dibandingkan kondisi normal tanpa intervensi.

Evaluasi sementara juga menunjukkan hasil signifikan. Kejadian hujan lebat menurun hingga sekitar 70 persen, sementara hujan sangat lebat berkurang sekitar 25 persen. Distribusi hujan kini lebih terkendali dan bergeser menjadi kategori ringan sehingga mengurangi risiko gangguan pada jalur mudik.

Potensi Hujan hingga 23 Maret

Wakil Gubernur Jawa Timur, Emil Dardak, meninjau langsung kesiapan personel dan armada di Posko OMC Lanudal Juanda. Ia mengapresiasi keberhasilan tim menerapkan teknologi modifikasi cuaca sebagai langkah mitigasi.

Kepala Stasiun Meteorologi Juanda, Taufiq Hermawan, menambahkan strategi penyemaian dilakukan berdasarkan analisis radar cuaca real-time WOFI. Bahan CaO digunakan untuk menekan pertumbuhan awan di daratan, sedangkan NaCl disemaikan pada awan di wilayah laut agar hujan turun lebih awal sebelum mencapai daratan.

Menurutnya, berdasarkan prediksi curah hujan harian BMKG, potensi cuaca di Jawa Timur masih akan berlangsung hingga 23 Maret 2026. Pada periode 19–20 Maret, sebagian wilayah Jawa Timur berpotensi mengalami hujan dengan intensitas ringan hingga lebat.

Pada periode 21–23 Maret, kondisi cuaca didominasi hujan ringan hingga sedang, namun masih terdapat potensi hujan lebat di sebagian kecil wilayah. Ini menunjukkan risiko cuaca ekstrem masih perlu diwaspadai selama periode tersebut, terutama di wilayah rawan bencana hidrometeorologi.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *