catrawarta.com — Menyadari masih maraknya politik uang, hoaks dan mobilisasi politik identitas yang bisa menjadi ancaman serius bagi kualitas demokrasi di Daerah Istimewa Yogyakarta, Komisi Pemilihan Umum (KPU) DIY berupaya memperkuat literasi pemilih. Untuk keperluan tersebut KPU DIY menggandeng empat lembaga swadaya masyarakat (LSM).
Empat LSM tersebut yakni LKiS, SIGAB, SAPDA dan Rifka Annisa Women’s Crisis Center (WCC). Mereka terikat dalam penandatanganan nota kesepahaman (MoU) di Joglo Demokrasi Kantor KPU DIY di Jalan Timoho, Yogyakarta, Rabu (11/2/2026).
Kolaborasi ini fokus pada penguatan pendidikan politik bagi kelompok strategis, terutama perempuan, penyandang disabilitas dan masyarakat marginal. “Ini merupakan cara dan upaya untuk menjaga kualitas pemilu ke depan,” kata Ketua KPU DIY Ahmad Shidqi.
Sertifikat ISO
Pada kesempatan itu, KPU DIY juga melakukan sosialisasi capaian sertifikasi ISO 9001:2015 tentang Sistem Manajemen Mutu Pelayanan. Sertifikasi tersebut menjadi dorongan untuk terus meningkatkan kualitas layanan kepada masyarakat.
“Kami sampaikan, KPU DIY telah tersertifikasi ISO 9001:2015. Ini menjadi semangat bagi kami untuk terus meningkatkan pelayanan kepada masyarakat,” janjinya.
Selain itu, KPU DIY juga meluncurkan buku yang memuat pengalaman penyelenggara bersama para pemangku kepentingan dalam pelaksanaan Pemilu dan Pilkada Serentak 2024.
Buku tersebut berisi catatan lapangan yang ditulis penyelenggara, akademisi, hingga unsur kepolisian sebagai bahan pembelajaran publik.
“Ini penting karena merupakan catatan murni penyelenggara di lapangan. Harapannya, buku ini bisa menjadi referensi dan media pembelajaran bagi pemangku kepentingan, akademisi, peneliti dan mahasiswa tentang isu-isu kepemiluan,” ucap Ketua KPU DIY ini.
E-Buletin
Buku tersebut dicetak terbatas dan diterbitkan dalam format digital (e-book) agar dapat diakses lebih luas melalui laman resmi KPU DIY. Pada saat yang sama, KPU DIY juga meluncurkan buletin elektronik sebagai sarana informasi dan pendidikan politik.
Menurut Ahmad Shidqi, e-buletin menjadi langkah strategis untuk memperluas jangkauan sosialisasi di tengah keterbatasan ruang dan personel. Melalui platform digital tersebut, KPU DIY berharap informasi kepemiluan dapat menjangkau masyarakat secara lebih luas dan berkelanjutan.
Kerja sama dengan keempat LSM ini fokus pada penguatan literasi politik sebagai bekal menuju pemilu lima tahun mendatang. Pendidikan politik yang berkelanjutan diharapkan mampu membentengi pemilih dari praktik politik uang, hoaks dan mobilisasi politik identitas.

Ketika Sopir Melawan Stigma dengan Konten Validasi, Tapi Malah Dianggap Cringe 