catrawarta.com — Keluhan para korban bencana Sumatra biasanya rasa takut berlebihan, sulit tidur, jantung berdebar, serta nyeri di beberapa bagian tubuh yang berkaitan dengan kondisi psikologis. Ini memerlukan penanganan khusus agar mereka bisa menjalani kehidupan secara normal.
Kondisi tersebut dirasakan hampir semua korban bencana Kecamatan Bintang, Kabupaten Aceh Tengah. Bencana tidak hanya menyisakan kerusakan fisik, tetapi juga meninggalkan luka psikologis mendalam bagi warga terdampak.
Psikolog Universitas Muhammadiyah Yogyakarta (UMY), M Arif Rizqi SPsi MPsi yang terjun sebagai sukarelawan atas permintaan Kementerian Kesehatan Republik Indonesia, menyampaikan kondisi psikologis warga menunjukkan gejala stres pascabencana.
Beban Psikologis sangat Berat
Menurutnya, beban psikologis warga semakin berat akibat kehilangan tempat tinggal serta keterbatasan akses layanan kesehatan dalam beberapa waktu pascabencana. Dampak psikologis tidak hanya dialami oleh orang dewasa, tetapi juga anak-anak.
”Anak-anak yang terdampak bencana mengaku mengalami ketakutan, terutama setelah sempat terisolasi akibat terputusnya akses jalan,” ujar Arif.
Guna merespons kondisi tersebut, tim sukarelawan melaksanakan layanan kesehatan terpadu di tiga desa terdampak, yakni Desa Jamur Konyel, Desa Atu Payung, dan Desa Serule, Kecamatan Bintang, Kabupaten Aceh Tengah.
Akses menuju Desa Jamur Konyel baru terbuka sekitar dua minggu terakhir dari Puskesmas Bintang, sementara Desa Atu Payung dan Serule baru dapat dijangkau dalam satu minggu terakhir. Berdasarkan kebutuhan layanan kesehatan, ketiga desa tersebut ditetapkan sebagai lokasi pelayanan Utama.
Pemeriksaan dan Layanan Kesehatan Jiwa
Kegiatan sukarelawan yang melibatkan Kemenkes RI dan psikolog UMY berlangsung pada 18–31 Januari 2026. Pelayanan kesehatan di Puskesmas Pembantu Jamur Konyel, Balai Desa Atu Payung, dan Kantor Desa Serule.
”Layanan yang kami meliputi pemeriksaan medis oleh dokter dan perawat, pelayanan gizi, kesehatan lingkungan, perbaikan alat kesehatan, serta layanan kesehatan jiwa,” jelas Arif.
Khusus intervensi psikologis, tim menggunakan pendekatan pelepasan stres yang dipadukan dengan pendekatan spiritual, seperti zikir dan doa. Pasalnya, pendekatan tersebut lebih mudah diterima masyarakat setempat.

OJK: Pengunduran Diri Dirut BEI Tak Ganggu Operasional 