Warta

Kasus Penyakit Ternak di DIY Terkendali, Vaksinasi Tetap Digalakkan

catrawarta.com — Menjelang Hari Raya Idul Adha, kondisi kesehatan hewan ternak di wilayah Daerah Istimewa Yogyakarta (DIY) menunjukkan tren positif. Meski demikian,...

Hewan sapi sedang dilakukan pemeriksaan oleh petugas kesehatan di pasar hewan. (Istimewa)

catrawarta.comMenjelang Hari Raya Idul Adha, kondisi kesehatan hewan ternak di wilayah Daerah Istimewa Yogyakarta (DIY) menunjukkan tren positif. Meski demikian, kewaspadaan tetap menjadi prioritas utama pemerintah daerah guna mencegah lonjakan kasus penyakit ternak.

Kepala Dinas Pertanian dan Ketahanan Pangan (DPKP) DIY, Aris Eko Nugroho, menyampaikan, kasus Penyakit Mulut dan Kuku (PMK) masih ditemukan, namun jumlahnya menurun signifikan dibandingkan tahun 2025.

“Hingga saat ini tercatat 299 kasus PMK di seluruh DIY. Dari jumlah tersebut, sebanyak 277 ekor ternak telah sembuh, sementara angka kematian tercatat 8 ekor,” ujarnya di Yogyakarta.

Menurutnya, capaian angka kesembuhan tersebut menjadi indikator bahwa langkah penanganan yang dilakukan pemerintah bersama masyarakat berjalan efektif. Pihaknya pun terus mengintensifkan upaya di lapangan agar jumlah ternak yang pulih semakin meningkat.

Kasus Anthrax Jadi Perhatian

Selain PMK, perhatian juga diarahkan pada kasus Anthrax yang sempat muncul pada Januari lalu di wilayah Dadapayu, Kecamatan Semanu, dan Nglindur Kulon, Kecamatan Girisubo, Kabupaten Gunungkidul. Namun, Aris memastikan bahwa penanganan telah dilakukan secara cepat dan tepat sehingga penyebarannya dapat dikendalikan.

Sementara itu, kasus Lumpy Skin Disease (LSD) saat ini masih terpantau di beberapa wilayah, yakni 10 kasus di Kabupaten Bantul dan 1 kasus di Kabupaten Sleman. Penanganannya dilakukan sesuai arahan pemerintah pusat dengan pendekatan yang terukur.

“Hewan yang sakit segera diobati hingga sembuh, sementara hewan yang sehat wajib divaksinasi sebagai langkah perlindungan,” tegasnya.

Dalam upaya pencegahan, DPKP DIY telah mendistribusikan 52.000 dosis vaksin PMK ke seluruh kabupaten/kota dari target total 104.000 dosis pada tahun ini. Hingga kini, sebanyak 37.880 ekor ternak telah menerima vaksinasi.

Siapkan Vaksin

Untuk mengantisipasi Anthrax, Pemerintah Daerah DIY melalui APBD juga telah menyiapkan 4.000 dosis vaksin dan tengah mengajukan tambahan kuota kepada pemerintah pusat.

Di sisi lain, pengawasan lalu lintas ternak turut diperketat melalui tujuh pos pemeriksaan di pintu masuk wilayah DIY. Langkah ini dilakukan untuk memastikan tidak ada ternak yang terindikasi sakit masuk ke wilayah tersebut.

“Pengendalian kami lakukan secara menyeluruh, mulai dari pengobatan, vaksinasi, penyemprotan disinfektan massal, hingga sosialisasi kepada peternak,” jelas Aris.

Ia menambahkan, koordinasi lintas Organisasi Perangkat Daerah (OPD) juga terus diperkuat guna menjaga stabilitas ketahanan pangan sekaligus melindungi perekonomian para peternak di DIY.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *