catrawarta.com — Penipuan online ternyata bisa juga akibat kebiasaan yang salah dalam memanfaatkan teknologi. Karena itu, upaya perlindungan data harus dimulai dari akar permasalahan yakni kesadaran individu.
Melihat kondisi tersebut, penyedia solusi digital identity dan fraud prevention,VIDA meluncurkan gerakan literasi publik #VIDAJagaKalian. Ini kampanye edukatif yang dirancang untuk menumbuhkan kesadaran terkait perlindungan data pribadi.
”Sebagian besar kebocoran data tidak hanya karena celah sistem, tetapi juga kelalaian individu,” ungkap Founder dan Group CEO VIDA, Niki Luhur.
Ia mengatakan, tanpa disadari, kebiasaan sederhana dapat membuka risiko penyalahgunaan data. Melalui kampanye #VIDAJagaKalian, ia berkomitmen membangun kesadaran kolektif dan mendorong perubahan perilaku secara berkelanjutan agar data pribadi senantiasa terlindungi.
Gandeng Penjual Gorengan
Sebagai bagian dari kampanye tersebut, VIDA menghadirkan kolaborasi bertajuk ”Tukang Gorengan Jadi Tahu”, dengan menggandeng penjual gorengan sebagai simbol keseharian masyarakat.
Inisiatif tersebut menyoroti bahaya penggunaan dokumen pribadi, seperti fotokopi KTP, Kartu Keluarga, ijazah, dan dokumen pribadi lainnya sebagai pembungkus makanan. Praktik yang kerap dianggap sepele ini berpotensi menjadi celah penyalahgunaan data apabila dokumen tersebut jatuh ke tangan yang tidak bertanggung jawab.
”Edukasi akan lebih efektif jika dekat dengan realitas masyarakat. Kami memilih pendekatan yang membumi agar pesan perlindungan data tidak hanya dipahami, tetapi juga dipraktikkan,” tanda Niki Luhur.
Harapannya, langkah sederhana yang dilakukan secara konsisten dapat membangun budaya menjaga data pribadi dalam jangka panjang.
Penyimpanan Dokumen Aman
Niki menjelaskan, selain edukasi publik, kampanye #VIDAJagaKalian juga memperkenalkan DocsVault dan SecureShare sebagai solusi perlindungan data yang tersedia di VIDA App.
DocsVault menghadirkan penyimpanan dokumen terenkripsi dengan pengamanan biometrik, sementara SecureShare memungkinkan pengguna membagikan dokumen secara aman dengan kontrol akses, batas waktu, dan jejak penggunaan, sehingga identitas digital tetap berada dalam kendali pemiliknya.
”Kami menghadirkan DocsVault dan SecureShare sebagai solusi praktis untuk membantu masyarakat mengelola dan membagikan dokumen pribadi secara aman,” imbuhnya.
Ia menegaskan komitmen memerangi penipuan digital secara menyeluruh, tidak hanya melalui edukasi publik, tetapi juga dengan menghadirkan teknologi dan layanan yang membantu individu maupun pelaku usaha.

Mengenal Homo Lain Selain Homo Sapiens dalam Sejarah Evolusi Manusia 