catrawarta.com — Duta Besar Iran untuk Indonesia, Mohammad Boroujerdi, melakukan kunjungan ke Solo dan bertemu Presiden ke-7 RI, Joko Widodo, di kediamannya kemarin
Pertemuan tersebut berlangsung sekitar satu jam dan menjadi bagian dari kunjungan diplomatik yang juga bersifat silaturahmi Idulfitri. Dalam kesempatan itu, Boroujerdi menyampaikan ucapan selamat serta mendoakan kesehatan Jokowi.
“Hari ini saya berkesempatan untuk bertemu dengan Yang Mulia Jokowi untuk mengucapkan selamat Idul Fitri serta melakukan silaturahmi,” ujar Boroujerdi usai pertemuan.
Selain silaturahmi, pertemuan juga membahas hubungan bilateral antara Iran dan Indonesia. Boroujerdi menyampaikan apresiasi terhadap peran Jokowi selama menjabat presiden, khususnya dalam memperkuat hubungan kedua negara.
Ia menilai Jokowi memiliki kontribusi dalam memperluas kerja sama internasional Indonesia, termasuk hubungan dengan Iran. Dalam pertemuan itu, Boroujerdi juga menyampaikan perkembangan situasi terkini di Iran yang tengah mengalami ketegangan geopolitik.
“Saya juga menyampaikan perkembangan situasi di Iran,” ujarnya.
Dalam keterangannya, Boroujerdi turut menyinggung situasi konflik yang melibatkan Iran, termasuk serangan yang berdampak pada kawasan Timur Tengah. Ia menyampaikan keprihatinan atas kondisi tersebut.
“Saya menyampaikan duka cita dan penyesalan mendalam atas serangan keji yang melanggar hukum internasional,” kata Boroujerdi.
Kunjungan ini juga menjadi bagian dari upaya diplomasi Iran untuk menyampaikan pesan perdamaian serta memperkuat komunikasi dengan tokoh-tokoh penting di Indonesia.
Boroujerdi berharap hubungan antara Iran dan Indonesia dapat terus terjalin dengan baik ke depan. Ia menilai kedua negara memiliki hubungan historis yang kuat dan potensi kerja sama yang luas.
“Kami berharap hubungan persahabatan antara Iran dan Indonesia dapat terus terjaga,” ujarnya.
Selain bertemu Jokowi, dalam kunjungannya ke Solo, Dubes Iran juga dijadwalkan bertemu sejumlah pihak di tingkat daerah sebagai bagian dari agenda diplomatiknya di Indonesia.
Kunjungan ini berlangsung di tengah meningkatnya dinamika geopolitik global, sehingga komunikasi antarnegara, termasuk melalui jalur diplomasi informal seperti pertemuan dengan tokoh nasional, dinilai menjadi bagian penting dalam menjaga hubungan bilateral.

“Kencing Berdiri Bisa Bikin Prostat” 