catrawarta.com — Tak ada hujan dan tak ada angin saat tiba-tiba atap ruangan kelas MTs Muhammadiyah (MTsM) 4 Karanganyar Sragen yang berlokasi di Dukuh Bulu, Desa Karanganyar, Kecamatan Sambungmacan, Sragen, Jawa Tengah, dilaporkan runtuh atau ambruk, Selasa (12/5/2026). Kejadian itu sekitar pukul 08.00 atau di saat proses belajar mengajar sedang berlangsung dan menimpa siswa kelas 7.
Camat Sambungmacan, Edi Purwanto membenarkan peristiwa tersebut. Menurutnya, atap sekolah itu kelihatannya kayunya sudah lapuk. Di ruangan kelas tersebut terdapat 13 anak, tujuh diantaranya harus dilarikan ke rumahsakit..
“Jumlahnya itu tadi setelah konfirmasi itu 13 atau berapa itu, ternyata yang dibawa ke rumah sakit itu 7 siswa dan 1 guru. Sisanya kelihatannya luka ringan, sehingga tidak sampai dibawa ke rumah sakit,” jelasnya kepada wartawan.
Sekretaris Majelis Pendidikan Dasar dan Menengah (Dikdasmen) Pimpinan Daerah Muhammadiyah (PDM) Sragen, Wawan Suranto, mengaku telah menerima laporan mengenai ambruknya bangunan sekolah di wilayah timur Sragen itu.
Pihaknya fokus upaya penyelamatan dan sudah dilakukan petugas gabungan dibantu warga sekitar melakukan proses evakuasi.
Ketika ditanya, apakah karena faktor usia bangunan yang sudah lapuk atau ada faktor teknis lainnya, pihak PDM bersama otoritas terkait segera melakukan investigasi dan pendataan lebih lanjut setelah proses evakuasi selesai dilakukan.
Kapolsek Sambungmacan AKP Warseno, mengatakan, pihaknya masih melakukan pendataan dan pengamanan di lokasi kejadian. Ia membenarkan adanya korban luka-luka, termasuk laporan adanya korban yang mengalami patah tulang.
“Informasi sementara ada 8 korban, 7 anak dan 1 guru. Ada yang dilaporkan mengalami patah tulang, namun identitas pastinya masih kami data karena korban langsung dibawa ke rumah sakit,” ujarnya seperti dikutip kedaulatanrakyat.

Bisa Lahirkan Inovasi, Kampus Jangan Menjauh dari Seni 