catrawarta.com — Presiden RI Prabowo Subianto memberi koreksi desain pada Ibu Kota Nusantara (IKN) dengan mempertimbangkan fungsi untuk menyeimbangkan iklim Kalimantan Timur yang panas dengan menambahkan embung, hingga antisipasi terjadinya kebakaran hutan dan lahan (karhutla).
Menteri Sekretaris Negara Prasetyo Hadi menjelaskan, Presiden Prabowo meminta Otorita Ibu Kota Nusantara (OIKN) untuk memperhatikan fungsi dan desain di kawasan IKN. “Misalnya sebuah kawasannya ini perlu diperhatikan desainnya dan fungsinya, termasuk penambahan embung-embung. Karena di sana kan, masalah iklim itu kan satu panas, kedua, ada potensi karena di wilayah yang namanya pulau yang banyak hutan ada juga potensi kebakaran hutan,” kata Mensesneg Prasetyo Hadi mengutip penjelsan Presiden saat memberikan keterangan di Istana Kepresidenan, sebagaimana dikutip Antara, Jumat (16/1/2026).
Prasetyo menjelaskan, Presiden Prabowo telah meminta Kepala OIKN Basuki Hadimuljono untuk memerhatikan desain untuk mengantisipasi terjadinya karhutla. Basuki, katanya, telah melaporkan sejumlah metode untuk memasang sensor panas di kawasan IKN untuk mendeteksi potensi karhutla.
“Kepala OIKN melaporkan sudah ada beberapa yang namanya metode dipasang sensor-sensor gitu, ini minta untuk diuji coba terus,” kata Prasetyo.
Dalam kesempatan sebelumnya, Prasetyo Hadi, yang juga Juru Bicara Presiden, kepada wartawan saat ditemui di Kabupaten Malang, menjelaskan, OIKN beserta Kementerian Pekerjaan Umum diminta untuk melakukan sejumlah perbaikan, dan mempercepat pembangunan, sehingga IKN sebagai Ibu Kota Politik dapat terwujud sesuai target yaitu pada tahun 2028.
“Jadi, tadi masih ada beberapa hal yang Bapak Presiden memberikan koreksi terhadap pertama, mengenai desain, kedua, mengenai fungsi. OIKN dan Kementerian Pekerjaan Umum diminta terus-menerus untuk memperbaiki,” ucap Prasetyo.

Mempercayai Isra’ Mi’raj Tanpa Reserve 