Warta

Cegah Perang Sarung, Polres Temanggung Gelar Patroli

catrawarta.com — Aksi perang sarung masih sering terjadi di bulan Ramadhan. Aktivitas ini dinilai membahayakan, karena bukan dilakukan oleh anak-anak berusia bocah,...

Patroli Gabungan Polres Temanggung (Istimewa)

catrawarta.comAksi perang sarung masih sering terjadi di bulan Ramadhan. Aktivitas ini dinilai membahayakan, karena bukan dilakukan oleh anak-anak berusia bocah, namun justru dimainkan remaja dan orang dewasa.

Lebih ngeri lagi, perang sarung itu digunakan untuk tawuran antar genk dan sengaja diisi barang yang bisa melukai pihak lawan, baik berupa batu, gir dan benda-benda keras yang bisa mematikan pihak lain.

Untuk menekan kejadian tersebut Polres Temanggung Jawa Tengah selama puasa menggelar patroli gabungan intensif untuk menjaga ketenangan malam menjelang sahur. Langkah preventif ini difokuskan mencegah berbagai potensi gangguan, terutama  perang sarung yang kerap mengusik kenyamanan warga.
Kapolsek Kaloran Kabupaten Temanggung AKP Muh Yasin menjelaskan, patroli malam hari itu menjadi salah satu upaya nyata Polri hadir di tengah masyarakat untuk menciptakan suasana sahur yang aman, nyaman dan kondusif.
“Kami ingin setiap keluarga di Temanggung bisa menikmati waktu sahur dengan hati tenang tanpa rasa was-was. Kehadiran petugas di lapangan adalah bentuk pencegahan agar situasi tetap damai dan ibadah puasa berjalan khusyuk,” kata AKP Muh Yasin, Sabtu (21/2/2026).

Kawasan Rawan
Ia mencontohkan operasi gabungan yang dilaksanakan Kamis (19/2) dini hari pukul 03.00 WIB. Apel digelar di Simpang 4 Terminal Madureso. Apel tersebut diikuti personel gabungan dari Polsek Pringsurat, Polsek Kranggan serta Polsek Kaloran. Setelah apel, tim langsung menyisir jalur protokol utama dan kawasan-kawasan rawan yang selama ini sering menjadi sumber keresahan.
“Sasaran kami pada titik-titik potensial gangguan, seperti lokasi yang biasa digunakan untuk balap liar, peredaran minuman keras, aksi perang sarung serta berbagai bentuk kenakalan remaja yang biasa disebut warga dengan istilah ‘kreak’,” jelas Muh Yasin.
Patroli kemudian dilanjutkan dengan Blue Light Patrol (BLP), dimana kendaraan dinas polisi melintas dengan lampu rotator biru menyala sebagai tanda kehadiran aparat yang siaga.

Selain pengawasan, petugas juga menyampaikan imbauan langsung kepada masyarakat, khususnya remaja, agar tidak melakukan aktivitas yang dapat mengganggu ketertiban umum.
Menurut Muh Yasin, kegiatan cipta kondisi seperti ini merupakan bagian integral dari komitmen Polres Temanggung menjaga keamanan sepanjang Ramadhan hingga Hari Raya Idul Fitri nanti.
“Dengan langkah preventif rutin ini, kami berharap potensi gangguan kamtibmas dapat ditekan seminimal mungkin. Sehingga warga Kabupaten Temanggung bisa menjalankan ibadah puasa dengan lebih tenang, khusyuk, dan penuh berkah,” katanya.
Polres Temanggung juga mengajak seluruh elemen masyarakat untuk turut menjaga ketenangan bersama, karena suasana Ramadhan yang damai adalah tanggung jawab semua pihak.

Keinginan aparat keamanan itu tentu saja sejalan dengan harapan masyarakat yang menginginkan suasana Ramadhan penuh kedamaian, religius, penuh kebersamaan dan kental dengan kepedulian sosial. Semoga…!

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *