catrawarta.com — Ramainya informasi yang menyebutkan rencana penjualan rumah Prof Sardjito menjadi perhatian berbagai pihak. Masyarakat yang mengetahui penjualan rumah ikonik yang berada di lokasi sangat strategis tersebut berharap ada pihak yang bisa membeli untuk kepentingan edukasi.
Rumah Sardjito masih tampak asli dengan arsitektur yang unik. Sudah cukup lama rumah tersebut menjadi tempat produksi herbal daun tempuyung menjadi kapsul Calcusol. Calcusol merupakan herbal untuk mengobati batu ginjal tanpa harus operasi.
Produk lain selain calcusol adalah Calterol yang bermanfaat untuk menurunkan kadar kolesterol. Di rumah Sardjitolah kedua herbal itu diproduksi. Banyak orang yang telah terbantu dengan inovasi Sardjito, batu ginjal hancur berkeping-keping setelah rutin minum Calcusol.
Calterol merupakan inovasi yang muncul setelah Calcusol. Herbal yang juga berbasis daun tempuyung tersebut manjur untuk menurunkan kadar kolesterol. Di bawah PT Perusahaan Jamu Tradisional Sardjito, keduanya diproduksi guna membantu masyarakat yang bermasalah dengan batu ginjal dan kolesterol.
Rumah Milik Pribadi
Salah satu harapan masyarakat, seperti yang ramai dalam media sosial, UGM sebagai pihak yang sangat dekat bisa memberi solusi, entah membeli atau memanfaatkannya. Terlebih, nama Sardjito juga tak bisa dilepaskan dari kampus UGM.
Menanggapi permintaan masyarakat, Rektor UGM Prof Ova Emilia mengungkapkan, kampus memahami adanya perhatian publik terkait pemberitaan mengenai rumah kediaman Rektor pertama UGM, Prof Sardjito yang dikabarkan dijual.
”Perlu kami sampaikan bahwa rumah tersebut merupakan milik pribadi keluarga, sehingga terkait kepemilikan maupun keputusan atas rumah tersebut sepenuhnya menjadi ranah keluarga dan bukan kewenangan universitas,” ungkap Ova dalam keterangan tertulis kepada media.
Ia mengatakan, UGM menghormati nilai sejarah dan jasa para pendiri serta tokoh yang telah berkontribusi bagi perjalanan institusi. Pada saat yang sama, kami juga menghormati hak dan keputusan keluarga sebagai pemilik sah rumah.
Manfaatkan Rumah Sardjito
Dalam keterangannya, Ova juga mengatakan UGM tengah berupaya untuk memanfaatkan rumah tersebut untuk kegiatan akademik dan sosial sehingga mampu merekognisi nilai sejarah atas rumah itu. Upaya-upaya tersebut sedang dilakukan dengan menggandeng Kagama.
Seperti ramai diberitakan, keluarga dekat Sardjito yang juga menunggui rumah itu, Budhi Santoso membenarkan rumah bersejarah tersebut bakal dijual atas kesepakatan keluarga. Para ahli waris yakni cucu Sadjito telah sepakat untuk menjual.
Cucu Sardjito yakni Alita Poedjioetomo dan Dyani Poedjioetomo saat ini tidak tinggal di Yogyakarta. Keduanya berada di Jakarta dan merupakan ahli waris sah rumah Sardjito.
Meskipun bakal dijual, keluarga Sardjito berharap rumah tersebut jatuh ke tangan yang tepat atau memiliki hubungan sejarah. Sempat beredar kabar, keluarga menginginkan UGM atau UII yang membeli rumah besar tersebut.
Apabila rumah laku, bagaimana nasib produksi herbal Calcusol dan Calterol? Semoga masih bisa berproduksi membantu masyarakat yang memang membutuhkan herbal tersebut.

Seandainya Anak-anak Muda Itu Duduk Manis… 