Warta

Beredar Isu BBM Naik, Pertalite Jadi Rp 14.000

catrawarta.com — Isu BBM bakal naik beredar dari mulut ke mulut bahkan melalui grup pertemanan di whatsapp. Informasi yang belum tentu dapat...

TRANSISI: Menteri ESDM Bahlil Lahadalia saat memberi keterangan tentang transisi energi di sela-sela kunjungan Presiden Prabowo Subianto ke Jepang.(Sumber: sekretariat kabinet)

catrawarta.comIsu BBM bakal naik beredar dari mulut ke mulut bahkan melalui grup pertemanan di whatsapp. Informasi yang belum tentu dapat dipertanggungjawabkan itu menyebut kenaikan sangat drastis terutama untuk pertalite bersubsidi yang dari semula Rp 10.000 menjadi Rp 14.000.

Masyarakat pun heboh mendengar kabar tersebut. Sebagian mempercayai dan langsung meluncur ke SPBU. Mereka rela antre panjang dan lama untuk mendapatkan harga sebelum kenaikan. Banyak yang tergopoh-gopoh segera mengeluarkan kendaraan dan memenuhi tanki.

”Besok, 1 April kabarnya mau harga BBM mau naik, pertalite jadi Rp 14.000. Mumpung masih harga lama, sebaiknya antre dulu,” ungkap seorang yang antre BBM di Jalan Kaliurang. Selain pertalite, bio solar naik menjadi Rp 9.500 dan pertamax menjadi Rp 16.500.

Mereka yang antre juga mengatakan hal yang sama, antre untuk memenuhi tanki BBM kendaraan. Selain itu, mereka juga khawatir akan terjadi krisis minyak akibat perang Amerika Serikat dan Israel melawan Iran. Terlebih lagi, terjadi penutupan Selat Hormuz yang merupakan jalur penting distribusi minyak dunia.

Pasokan BBM Aman

Pemerintah melalui Kementerian ESDM berkali-kali menegaskan stok cadangan BBM mencukupi sehingga masyarakat tidak perlu khawatir. Kementerian telah melakukan berbagai upaya termasuk impor bukan dari satu sumber saja tapi dari beberapa sumber.

Hal itu untuk mengurangi ketergantungan BBM pada sumber tertentu saja. Banyak pihak juga mengusulkan untuk mempercepat pemanfataatan energi terbarukan tak lagi pada energi fosil. Kondisi seperti sekarang harusnya mempercepat upaya pemanfataan tersebut.

Sementara itu, Menteri ESDM Bahlil Lahadalia ketika mengikuti kunjungan Presiden Prabowo Subianto ke Jepang mengungkapkan upaya Pemerintah Indonesia mempercepat langkah strategis sektor energi. Caranya, melalui penguatan investasi migas maupun pengembangan energi baru dan terbarukan di tengah perkembangan kondisi geopolitik global.

Ia menyampaikan telah mendapat penugasan langsung dari Prabowo untuk mengakselerasi dua agenda utama, yakni percepatan investasi transisi energi serta penyelesaian proyek strategis Blok Masela.

Ketahanan Energi Nasional

Dalam paparanya, ia menjelaskan proyek Blok Masela yang telah lama berada dalam tahap pembahasan kini menunjukkan kemajuan setelah pertemuan intensif sepanjang 2025. Pemerintah menyepakati skema pengembangan proyek dengan nilai awal mencapai USD 20,9 miliar, yang berpotensi meningkat seiring dinamika geopolitik dan penambahan teknologi penangkapan karbon (CCS).

Menurutnya, percepatan proyek tersebut akan berdampak besar terhadap ketahanan energi nasional, mengingat Blok Masela merupakan salah satu proyek migas berskala besar (giant) yang dapat memperkuat posisi Indonesia sebagai pemain gas dunia.

Pemerintah juga mendorong optimalisasi pemanfaatan gas untuk kebutuhan domestik guna memperkuat hilirisasi energi nasional. Dengan demikian, ketergantungan impor semakin berkurang guna menuju kemandirian energi.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *