catrawarta.com — Rombongan Menteri Perhubungan Dudy Purwagandhi yang menyerobot antrean di Pelabuhan Ketapang membuat panen hujatan di media sosial. Namun demikian Menteri dapat memahami karena lonjakan arus mudik yang kebetulan bertepatan dengan Hari Raya Nyepi, Kedua pelabuhan ditutup saat Nyepi.
Pengemudi yang lain telah antre berjam-jam protes pengemudi yang sebagian membawa bahan pangan yang rawan rusak. Bahkan sebagian mengaku bahan makannya sudah rusak akibat antrean berjam-jam.
Mereka membunyikan klakson dan berteriak-teriak menandakan protes atas keistimewaan pejabat di tengah antrean panjang. Para pengemudi dan juga pemudik telah menunggu sekitar lima jam namun belum juga diberangkatkan.
”Saya bawa buah, ini rusak semua karena nunggunya terlalu lama, eee malah ada pejabat datang yang didulukan kita jadi makin lama nunggu,” ungkap seorang pengemudi kesal.
Pengemudi lain menimpali harusnya masyarakat yang didahulukan karena mereka merupakan pelayan masyarakat bukan sebaliknya. Mereka jengkel dan membunyikan klakson keras-keras. Sebagian keluar dari mobil memprotes kedatangan pejabat yang mengganggu arus penyeberangan.
Di media sosial lebih heboh lagi, instagram misalnya. Netizen protes keras karena pejabat yang tidak tahu diri dalam situasi seperti menjelang Lebaran yang tentu sangat padat. Acara seremonial apapun istilahnya saat kunjungan tak boleh mengabaikan kondisi nyata yakni antrean panjang penyeberangan.
Banyak warganet yang menyayangkan sikap Menteri Perhubungan. Namun demikian sebagian merasa maklum karena pada Rabu (18/3/2026) menjelang Nyepi pelabuhan segera ditutup. Akibatnya banyak yang ingin keluar dan masuk secepatnya.
Menteri Perhubungan Memaklumi
Sementara itu Menteri Perhubungan Dudy Purwagandhi mengatakan memaklumi sikap masyarakat yang telah antre berjam-jam. Ia mengatakan kedatangannya untuk mempercepat antrean agar mereka segera bisa menyeberang.
”Saya juga memahami mungkin mereka agak marah karena sudah lama menunggu dan tidak bisa menyeberang,” ujar Dudy seperti dikutip antaranews.com.
Ia menjelaskan kedatangannya ke Pelabuhan Ketapang memang ingin melihat dari dekat kondisi masyarakat yang sedang melakukan perjalanan mudik. Ia melihat antrean sangat panjang sehingga memutuskan turun dan berjalan kaki kemudian menyeberang menggunakan feri seperti lainnya.
Kedatangannya juga sekaligus untuk memastikan agar antrean bisa segera diselesaikan dan masyarakat dapat melakukan perjalanan secara lancar dan aman. Justru kehadiran dirinya untuk menyelesaikan persoalan antrean dan kelambatan penyeberangan karena Pelabuhan Ketapang dan Gilimanuk segera ditutup bertepatan dengan Hari Raya Nyepi.
Sejumlah ruas jalan mengalami kemacetan akibat menumpuknya kendaraan, termasuk di jalan tol Yogyakarta – Semarang. Antrean masuk dan keluar sangat panjang dan macet. Hal ini sesuai dengan prediksi bahwa Kamis (19/3/2026) merupakan puncak arus mudik.

Obituari: Jalan Panjang Michael Bambang Hartono 