Warta

Alat Deteksi Banjir Terpasang, Siap Antisipasi Banjir Susulan

catrawarta.com — Bencana Sumatra masih mengancam. Banjir susulan bisa saja terjadi khususnya di Aceh dan Sumatra Barat. Belum lama, aliran sungai yang...

Tim UGM pasang alat deteksi banjir otomatis

catrawarta.comBencana Sumatra masih mengancam. Banjir susulan bisa saja terjadi khususnya di Aceh dan Sumatra Barat. Belum lama, aliran sungai yang masih tertutup material sisa banjir menyebabkan luapan air hingga merendam kawasan permukiman warga di Desa Lampahan Timur dan Induk, Kecamatan Timang Gajah, Kabupaten Bener Meriah.

Melihat kondisi demikian, Tim UGM memasang Sistem Peringatan Dini atau Early Warning System (EWS) Bencana Banjir di wilayah tersebut. Dosen Teknik Sipil Sekolah Vokasi UGM, Dr Adhy Kurniawan bersama Pusat Studi Energi (PSE UGM), dan Universitas Teuku Umar menginisiasi pemasangannya.

Mereka juga mendapat dukungan melalui hibah Kementerian Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi (Kemdiktisainstek) dalam skema Program Pengabdian kepada Masyarakat (PKM) Tanggap Darurat Bencana.

”Sistem EWS yang dipasang dirancang mandiri energi dengan panel surya, lengkap dengan sensor ketinggian muka air, CCTV pemantauan sungai, serta sirine peringatan yang dapat didengar warga saat potensi banjir meningkat,” papar Adhy.

Perjalanan tak mudah mengungkapkan, proses menuju lokasi tidak mudah, sebanyak 31 paket kargo peralatan dikirim bertahap dari Yogyakarta ke Aceh. Perjalanan menuju Bener Meriah pun penuh tantangan. ”Dari Banda Aceh ke Bireuen saja bisa lebih dari enam jam, lalu lanjut ke Bener Meriah enam jam lagi. Akses jalan dan cuaca memang cukup berat,” jelasnya.

Setelah seluruh peralatan tiba dan dirakit, tim mulai bekerja. Sistem EWS bekerja dengan membaca fluktuasi atau perubahan elevasi muka air sungai. Sensor akan mengirimkan data ke sistem sehingga ketika ketinggian air melewati ambang batas yang ditentukan, sirine akan otomatis berbunyi. Fitur EWS dilengkapi dua pengeras suara yang dipasang menghadap ke arah berbeda agar peringatan terdengar pada lebih dari satu kawasan permukiman. Selain itu, CCTV memungkinkan pemantauan visual kondisi sungai secara berkala, dengan rekaman yang dapat diakses melalui laman pemantauan. Saat sirine berbunyi, warga sudah paham tanda muka air naik dan harus bersiap, misalnya mengamankan barang-barang penting.

”Tantangan utama pemasangan EWS biasanya terletak pada penentuan lokasi yang tepat. Namun, untuk Bener Meriah, proses berjalan relatif lancer,” imbuh Adhy.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *