catrawarta.com — Di tengah dominasi media sosial, sebagian Generasi Z mulai mengambil langkah berlawanan: menjauh dari dunia digital.
Fenomena “digital detox” atau pembatasan penggunaan media sosial kini semakin populer di kalangan anak muda, terutama di perkotaan.
Survei global dari Deloitte menunjukkan lebih dari 45% Gen Z merasa kelelahan akibat penggunaan media sosial yang berlebihan.
Di Indonesia, tren ini mulai terlihat dari meningkatnya kesadaran akan kesehatan mental di kalangan anak muda.
Psikolog klinis, A. Kasandra Putranto, menilai fenomena ini sebagai bentuk adaptasi.
“Media sosial memberi banyak manfaat, tapi juga tekanan. Digital detox adalah cara Gen Z menjaga keseimbangan,” ujarnya.
Hal ini juga dirasakan oleh Fajar (23), pekerja di Jakarta.
“Dulu tiap saat buka medsos. Sekarang saya batasi, karena capek lihat semuanya harus sempurna,” katanya.
Fenomena ini menunjukkan bahwa di tengah konektivitas tanpa batas, kebutuhan untuk “menjauh” justru menjadi semakin penting.

Kartini Versi Gen Z: Bukan Lagi Kebaya, Tapi Cara Berpikir 