catrawarta.com — Sektor perkebunan di Kabupaten Temanggung menghadapi tekanan serius pada 2026. Produksi kopi diperkirakan menurun akibat cuaca ekstrem, sementara komoditas cengkeh terancam penyakit mematikan yang berpotensi menekan hasil panen secara signifikan.
Kepala Bidang Perkebunan dan Hortikultura Dinas Ketahanan Pangan, Pertanian dan Perikanan Kabupaten Temanggung, Sumarno, mengungkapkan, penurunan produksi kopi dipicu fenomena kemarau basah yang terjadi pada tahun sebelumnya, terutama saat fase pembungaan.
“Curah hujan yang tinggi menyebabkan banyak bunga kopi rontok, sehingga produksi tahun ini diperkirakan turun sekitar 15 hingga 20 persen dibandingkan tahun lalu yang mencapai 9.600 ton,” ujarnya, Kamis (16/4/2026).
Komoditas Cengkeh Ada Ancaman
Di sisi lain, komoditas cengkeh kini menghadapi ancaman serius dari serangan Bakteri Pembuluh Kayu Cengkeh (BPKC). Penyakit ini menyerang jaringan pembuluh tanaman dan menyebabkan pohon mati secara perlahan dari bagian dalam.
Menurut Sumarno, serangan BPKC menjadi keluhan utama petani karena sulit dideteksi sejak dini. “Banyak tanaman mati mendadak karena serangan dari dalam batang,” katanya.
Berdasarkan data statistik perkebunan, luas lahan cengkeh di Temanggung tercatat mencapai 208,53 hektare dengan produksi sekitar 56,72 ton. Namun, angka tersebut berpotensi menurun apabila penyebaran penyakit tidak segera dikendalikan.
Di wilayah utara Temanggung, luas lahan cengkeh aktif diperkirakan sekitar 25 hektare, yang kini juga mulai terdampak serangan penyakit tersebut.
Menghadapi kondisi ini, berbagai langkah penanggulangan mulai dilakukan. Petani melakukan rehabilitasi lahan melalui penanaman ulang di area terdampak, sementara pemerintah daerah mendorong pengendalian penyakit dengan metode biologis serta pemangkasan tanaman yang terinfeksi.
Selain itu, sebagian petani mulai melakukan diversifikasi tanaman guna mengurangi ketergantungan terhadap komoditas cengkeh di tengah meningkatnya risiko gagal panen.

Indonesia Terjebak Cost-Push Inflation, Ketergantungan Impor Membuat Rapuh 