Catra Milenia

Inilah Rahasia Panjang Umur ala Orang Jepang

catrawarta.com — Masyarakat Okinawa, Jepang, dikenal memiliki angka harapan hidup yang luar biasa, dengan rata-rata lansia mencapai usia 80 tahun. Rahasianya ternyata...

Ilustrasi orang Jepang sedang menyantap makanan.(Sumber: Freepik)

catrawarta.comMasyarakat Okinawa, Jepang, dikenal memiliki angka harapan hidup yang luar biasa, dengan rata-rata lansia mencapai usia 80 tahun. Rahasianya ternyata terletak pada prinsip Hara Hachi Bu, yaitu seni berhenti makan sebelum perut benar-benar kenyang.

”Konsep itu sejatinya bentuk mindful eating. Budayanya melatih kesadaran penuh saat menyantap hidangan guna menjaga kesehatan metabolisme,” ungkap Dosen Departemen Gizi Kesehatan FK-KMK UGM, Rahadyana Muslichah MSc.

Menurut sosok yang akrab disapa Icha ini, Hara Hachi Bu bukan sekadar strategi diet, melainkan cara hidup. Prinsipnya sangat relevan untuk mencegah obesitas dan risiko penyakit metabolik kronis yang kini banyak menghantui masyarakat modern.

“Intinya adalah fokus. Hindari multitasking saat makan agar kita bisa menikmati rasa dan memahami sinyal tubuh sendiri,” ujar Icha. Tujuannya agar asupan kalori tetap terkontrol secara alami tanpa merasa tertekan.

Beban Saluran Pencernaan

Secara fisiologis, menyisakan 20 persen ruang di perut membantu meringankan beban kerja saluran pencernaan. Makan berlebihan justru memberikan tekanan besar pada sistem tubuh yang dapat memicu penumpukan lemak berlebih.

Icha menegaskan lambung membutuhkan waktu untuk berkomunikasi dengan otak. Ada jeda waktu tertentu sebelum sinyal kenyang sampai ke saraf pusat, sehingga makan perlahan menjadi kunci utama keberhasilan prinsip ini.

“Dengan berhenti di level 80 persen, sebenarnya tubuh sudah menerima energi yang cukup. Masalahnya, sinyal kenyang itu sering terlambat sampai ke otak jika kita makan terburu-buru,” tambahnya.

Namun, Icha memberikan catatan bahwa prinsip tersebut tidak cocok untuk semua orang. Kelompok dengan kebutuhan kalori tinggi seperti ibu hamil, anak-anak, remaja, dan atlet sebaiknya tidak memaksakan konsep ini karena berisiko kekurangan nutrisi.

Bagi pemula yang ingin mencoba, ia menyarankan untuk memulai secara bertahap. Perubahan drastis justru sering kali memicu rasa tidak nyaman dan membuat seseorang sulit untuk konsisten dalam jangka panjang.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *