catrawarta.com — Keracunan demi keracunan terus terjadi dalam program Makan Bergizi Gratis (MBG). Kali ini, sebanyak 71 siswa SMP Negeri 3 Bantul, DIY, merasakan perut sakit, mual, dan pusing usai menyantap MBG di sekolah.
Beberapa hari sebelumnya, siswa di SD Negeri Monggang juga mengalami hal yang sama. Mereka sakit perut usai minu susu MBG. Sebagian mengungkapkan bau susu tercium menyengat dan tidak enak.
Seperti diberitakan detik.com, Kepala Bidang Penaggulangan Penyakit Dinas Kesehatan Bantul, Samsu Aryanto, mengatakan siswa mengonsumsi MBG pada Senin (13/4/2026). Menunya meliputi nasi, sayur sawi, ayam bakar, tahu goreng dan buah semangka.
”Tapi keesokan harinya Ketika menjelang masuk sekolah, masuk laporan banyak siswa yang mengalami sakit perut, diare, muntah dan pusing. Guru kemudian membawa ke puskesmas,” papar Samsu.
Para guru bekerja keras bersama orangtua membawa anak-anak ke Puskesmas 2 Jetis, Bantul. Semula hanya beberapa orang tapi terus bertambah hingga mencapai 71 siswa yang mengalami gejala seperti keracunan.
Tidak Rawat Inap
Samsu menambahkan kondisi 71 siswa yang mengalami gejala keracunan sudah membaik dan tidak ada yang rawat inap. Semua korban menjalani rawat jalan. Dinas Kesehatan masih terus melakukan pemantauan dan pendataan.
Sebelum kasus ini, siswa di SD Monggang juga mengalami hal yang sama, diduga keracunan MBG. Pihak sekolah yang mengetahui kejadian itu segera bergerak cepat.
Para siswa dibawa ke Puskesmas Pundong dan langsung mendapat penanganan. Tidak ada korban yang sampai menjalani rawat inap. Mereka yang keracunan bisa segera pulang menjalani rawat jalan.
Seperti ditulis infonasional.com, sebanyak 19 siswa SD Negeri Monggang, Srihardono, Pundong, Bantul mengalami gejala keracunan. Diduga, mereka mengonsumsi susu yang baunya menyengat.
Kepala Sekolah SD Negeri Monggang, Sumarni memberi keterangan awal mula terjadinya peristiwa tersebut usai menerima kiriman MBG. Sejumlah siswa menemukan adanya hewan dalam makanan. Ia kemudian minta supaya makanan tidak dikonsumsi.
Namun ternyata masih ada persoalan lagi yakni bau menyengat yang berasal dari susu kotak. Ia dan para guru juga langsung minta siswa yang belum minum susu untuk tidak membuka dan meminumnya. Sebagian yang sudah mengonsumsi mengalami gejala diare dan dibawa ke puskesmas terdekat.

TikTok Nonaktifkan 780 Ribu Akun Anak, Wujud Kepatuhan terhadap PP Tunas 