Catra Wisata

Jogja Prima Fest 2026: Hidupkan Perekonomian dan Jajanan Lawas

catrawarta.com — Jogja Prima Fest 2026 menjadi sebuah langkah strategis Pemda DIY untuk mengangkat kembali kuliner tradisional, sekaligus memberikan dukungan pada peran...

Pengunjung memadati Jogja Prima Fest di Teras Malioboro Yogyakarta. (Istimewa)

catrawarta.comJogja Prima Fest 2026 menjadi sebuah langkah strategis Pemda DIY untuk mengangkat kembali kuliner tradisional, sekaligus memberikan dukungan pada peran perempuan dalam sektor ekonomi. Festival yang digelar di Teras Malioboro 1 ini, tidak hanya menampilkan jajanan lawas, tetapi juga menciptakan ruang kolaborasi bagi perempuan, pelaku usaha, dan berbagai pihak terkait. Ini juga merupakan ajang apresiasi untuk pelaku Desa Prima di DIY.

Kepala Dinas Pemberdayaan Perempuan, Perlindungan Anak, dan Pengendalian Penduduk DIY, Erlina Hidayati Sumardi, menyatakan, kegiatan ini bertujuan untuk menghidupkan kembali warisan kuliner daerah. “Jogja Prima Fest merupakan inisiatif untuk mengangkat jajanan tempo dulu sebagai identitas budaya sekaligus penggerak ekonomi masyarakat, terutama perempuan pelaku UMKM,” ujarnya Sabtu (11/4/2026).

Dirancang Secara Terpadu

Erlina menjelaskan, acara ini dirancang secara terpadu agar memberi dampak luas, tidak hanya sebatas festival kuliner. Acara ini juga mencakup sarasehan, workshop, dan kampanye sosial yang bertujuan meningkatkan kapasitas dan daya saing pelaku UMKM di daerah.

Dalam kesempatan tersebut, Aria Nugrahadi, Asisten Bidang Pemerintahan dan Kesejahteraan Rakyat Setda DIY, mengungkapkan  tentang betapa pentingnya kuliner lokal sebagai bagian dari identitas budaya. “Kuliner lokal menyimpan narasi sejarah dan pengetahuan antar generasi, serta menjadi pembeda antara Yogyakarta dan daerah lainnya,” katanya.

Berbagai Stan Jajanan Lawas

Aria juga menekankan pentingnya inovasi dalam pengembangan produk tradisional. Dengan inovasi yang tepat dalam pengemasan, branding, dan pemasaran digital, produk makanan tradisional bisa naik kelas dari produk rumahan menjadi produk unggulan.

Acara ini juga dihadiri oleh Wakil Ketua TP PKK DIY, GKBRAA Paku Alam, yang sempat berkeliling meninjau berbagai stan jajanan lawas khas Yogyakarta. Setiap stan menampilkan kekhasan dari lima kabupaten/kota di DIY, yakni Kota Yogyakarta, Gunungkidul, Sleman, Kulon Progo, dan Bantul. Produk dari penerima BKK Dana Keistimewaan juga turut meramaikan festival ini.

Berbagai makanan tradisional seperti jamu, klepon, gethuk, pia gulung, crimping pisang, hingga olahan bawang merah menjadi daya tarik utama dalam festival ini. Melalui Jogja Prima Fest 2026, diharapkan kuliner tradisional Yogyakarta tidak hanya lestari, tetapi juga berkembang sebagai kekuatan ekonomi yang berkelanjutan, sekaligus memperkuat posisi Yogyakarta sebagai kota budaya dan destinasi wisata kuliner.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *