Catra Cendekia

Ratusan Lulusan Vokasi Langsung Terserap Industri, Tak Perlu Galau Usai Lulus Sekolah

catrawarta.com — Lulus sekolah langsung kerja bukan lagi mimpi di sekolah vokasi Kemenperin. Baru-baru ini, 111 siswa resmi menyandang gelar lulusan kelas...

Lulusan vokasi Kementerian Perindustrian langsung bekerja di industri.(Sumber: kemenperin)

catrawarta.comLulus sekolah langsung kerja bukan lagi mimpi di sekolah vokasi Kemenperin. Baru-baru ini, 111 siswa resmi menyandang gelar lulusan kelas industri, dan mayoritas langsung terserap ke dunia kerja berkat standar kompetensi yang melampaui rata-rata sekolah menengah lainnya.

Hal itu menjadi langkah Kementerian Perindustrian (Kemenperin) untuk memperkuat daya saing manufaktur nasional sebagai pilar menuju Indonesia Emas. Kementerian fokus pada penyediaan Sumber Daya Manusia (SDM) industri yang kompeten dan adaptif guna menjaga ketahanan sektor pengolahan non-migas di tengah tekanan global.

Menteri Perindustrian Agus Gumiwang Kartasasmita menegaskan, manufaktur tetap menjadi tulang punggung ekonomi nasional. Hal ini terbukti dari skor Purchasing Manager’s Index (PMI) Maret 2026 yang ekspansif di level 50,1 serta kontribusi industri pengolahan yang mencapai 19,07 persen terhadap PDB nasional.

Guna menjaga tren positif tersebut, Badan Pengembangan Sumber Daya Manusia Industri (BPSDMI) Kemenperin mengoptimalkan 13 pendidikan tinggi vokasi, 9 SMK, dan 7 balai diklat. Salah satu hasilnya adalah program kelas industri yang bekerja sama dengan raksasa manufaktur, PT Mayora Indah Tbk.

Kurikulum Bersama Praktisi

Program kolaboratif tersebut baru saja meluluskan 111 siswa dari SMK-SMTI Pontianak dan SMK-SMTI Padang. Tak sekadar lulus, sebanyak 73 siswa di antaranya langsung terserap kerja di PT Mayora Indah, Tbk, membuktikan kualitas lulusan vokasi Kemenperin yang siap pakai.

Kepala BPSDMI, Doddy Rahadi, menjelaskan bahwa kurikulum program ini disusun bersama praktisi industri.

”Kami melibatkan praktisi langsung dalam pembelajaran agar lulusan benar-benar siap memenuhi kebutuhan dunia kerja yang dinamis,” jelas Doddy.

Keunggulan sekolah vokasi di bawah naungan Kemenperin diakui langsung oleh pihak swasta. HRD Manager Regional PT Mayora Indah Tbk, Soekma Swasono Darmawan, membeberkan lulusan Kemenperin mendapatkan perlakuan khusus karena standar kompetensinya yang tinggi.

”Dari sepuluh lebih sekolah yang bermitra, hanya lulusan Kemenperin yang bisa masuk Mayora Academy dan diterima langsung bekerja dengan masa percobaan enam bulan. Sekolah lain biasanya harus melalui jalur outsourcing selama tiga tahun,” ungkap Soekma.

Beri Kontribusi Nyata

Kepala Pusat Pengembangan Pendidikan Vokasi Industri (PPPVI), Wulan Aprilianti Permatasari, turut memberikan apresiasi tinggi atas keberhasilan serapan kerja. Ia berharap para lulusan dapat terus berinovasi dan memberikan kontribusi nyata bagi produktivitas industri nasional.

Keberhasilan serapan kerja menjadi bukti nyata sinkronisasi antara dunia pendidikan dan kebutuhan pasar kerja telah berjalan efektif. Program kelas industri dinilai mampu memangkas kesenjangan kompetensi yang selama ini menjadi tantangan di sektor manufaktur.

Bagi masyarakat yang ingin menempuh pendidikan vokasi serupa, Kemenperin saat ini membuka Jalur Penerimaan Vokasi Industri (JARVIS) Bersama 2026. Pendaftaran dapat diakses melalui tautan jarvis.kemenperin.go.id hingga Mei 2026 mendatang.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *