catrawarta.com — Fenomena mewing tengah ramai di TikTok, terutama di kalangan Gen Z. Teknik ini diklaim mampu membuat wajah lebih simetris dan rahang lebih tegas hanya dengan menempelkan lidah ke langit-langit mulut. Tanpa alat, tanpa biaya—cukup konsistensi.
Namun, benarkah klaim tersebut didukung oleh ilmu medis?
Tren Viral, Bukti Ilmiah Minim
Secara definisi, mewing adalah teknik posisi lidah yang diperkenalkan oleh ortodontis John Mew. Metode ini mengklaim bahwa postur mulut dapat membentuk struktur wajah seiring waktu.
Masalahnya, klaim tersebut belum terbukti secara ilmiah.
Sejumlah sumber medis menyatakan bahwa hingga saat ini tidak ada bukti ilmiah kuat yang menunjukkan bahwa mewing mampu mengubah struktur wajah atau membuatnya lebih simetris.
Bahkan, organisasi profesional seperti American Association of Orthodontists menegaskan bahwa teknik ini tidak didukung penelitian klinis yang valid dan sebagian besar hanya berbasis testimoni atau konten media sosial.
Secara Medis: Wajah Ditentukan Tulang, Bukan Kebiasaan Sederhana
Dalam ilmu ortodonti dan anatomi wajah, struktur rahang dan simetri wajah ditentukan oleh:
- genetika
- pertumbuhan tulang sejak masa anak-anak
- faktor hormon dan nutrisi
Setelah seseorang melewati masa pubertas, struktur tulang wajah relatif sudah permanen. Tekanan ringan dari lidah, seperti pada mewing, tidak cukup kuat untuk mengubah bentuk tulang tersebut.
Karena itu, secara medis, klaim bahwa mewing bisa “membentuk wajah” pada orang dewasa dinilai tidak realistis.
“Tidak ada penelitian yang menunjukkan mewing bisa mengubah rahang,” demikian kesimpulan dalam kajian kesehatan yang dirangkum WebMD.
Bisa Berbahaya Jika Dipaksakan
Meski terlihat sederhana, praktik mewing yang dilakukan secara ekstrem justru berpotensi menimbulkan masalah.
Menurut American Association of Orthodontists, posisi lidah yang dipaksakan dapat menyebabkan:
- gangguan gigitan (maloklusi)
- pergeseran gigi
- gangguan bicara
Artinya, tren ini tidak sepenuhnya “aman” jika dilakukan tanpa pemahaman medis.
Lalu Kenapa Banyak yang Merasa Berhasil?
Di sinilah aspek sosial bekerja.
Banyak konten “before-after” di media sosial sebenarnya dipengaruhi oleh:
- pencahayaan
- sudut kamera
- penurunan berat badan
- atau perubahan alami selama masa pertumbuhan
Bahkan, remaja yang masih dalam fase perkembangan sering mengira perubahan wajahnya akibat mewing, padahal itu bagian dari proses biologis normal.
Tren dan Realitas Medis
Mewing mungkin terlihat sebagai solusi instan di era visual seperti sekarang. Namun secara medis, ia lebih dekat pada tren digital daripada metode kesehatan yang terbukti.
Jika tujuan utamanya adalah memperbaiki struktur wajah atau simetri, pendekatan yang direkomendasikan tetap melalui konsultasi profesional—baik dokter gigi, ortodontis, maupun spesialis bedah mulut.
Di tengah banjir informasi di media sosial, satu hal tetap penting: tidak semua yang viral memiliki dasar ilmiah. Dan dalam konteks kesehatan, validitas selalu lebih penting daripada popularitas.

Ketika Mahasiswa Menjahit Moderasi dan Menjaga Negeri 