Warta

Mengapa Amerika Serikat dan Israel Menyerang Iran?

catrawarta.com — Serangan Amerika Serikat dan Israel yang kelihatannya terjadi tiba-tiba sempat mengundang tanya. Namun, itu semua tertutup oleh narasi serangan demi...

SERANGAN: Amerika Serikat dan Israel menyerang Ibu Kota Iran, Teheran,beberapa waktu lalu.(Sumber: hukumonline.com diambil dari youtube)

catrawarta.comSerangan Amerika Serikat dan Israel yang kelihatannya terjadi tiba-tiba sempat mengundang tanya. Namun, itu semua tertutup oleh narasi serangan demi serangan tanpa ada penyebab yang jelas mengapa dua negara tersebut menyerang Iran.

Ada yang menilai, AS seja dulu memang mengincar Iran karena ada dugaan senjata pemusnah massal atau nuklir. Namun demikian, hal itu belum terbukti secara gamblang. Selain itu, AS menuduh Iran sebagai salah satu negara produsen teroris.

Mengapa ada tuduhan semacam itu? Amerika menuduh demikian karena Iran menjalin hubungan baik dengan sejumlah negara atau organisasi yang menurut AS merupakan teroris. Bahkan, Paman Sam menuding Iran juga mempersenjatai berbagai kelompok garis keras di Timur Tengah.

Iran tentu membantah semua tuduhan AS. Perang narasi kedua negara terus berlangsung membuat suasana geopolitik memanas. Amerika kemudian melakukan embargo pada negara tersebut selama puluhan tahun. Iran tidak tumbang tetapi masih bertahan hingga sekarang.

Sampai kemudian muncullah Dokumen Epstein atau Epstein Files yang membuat heboh seluruh dunia. Dalam dokumen setebal 3 juta halaman itu, ada nama dan video Donald Trump ketika beberapa kali bertemu dengan sosok Jeffery Epstein. Ia dikenal memiliki banyak jaringan terutama dengan para elite global.

Tuduhan Perilaku Menyimpang

Eptsein pernah bermasalah dengan hukum karena aktivitas yang diduga terlibat dalam jaringan perdagangan manusia untuk kepentingan seksual. Korbannya tidak saja orang dewasa tetapi anak-anak. Bahkan, Epstein dikenal sebagai seorang yang berperilaku menyimpang yakni pedofil.

Pedofil seperti dikutip dari alodokter.com merupakan orang yang tertarik secara seksual dengan anak-anak, bisa laki-laki atau perempuan maupun keduanya. Namun demikian, sebagian besar yang pernah terungkap biasanya pelaku merupakan laki-laki dan korbannya perempuan. Tetapi ada pula pelaku perempuan dan korban laki-laki, atau bisa juga sesama jenis antara pelaku dewasa dan korban anak-anak di bawah umur.

Pelaku yang secara usia sudah matang bakal mencari korban dengan pendekatan personal yang intim, memberi perhatian lebih. Setelah merasa dekat, pelaku kemudian beraksi. Banyak kasus pula korban dan pelaku tidak kenal. Pelaku menculik kemudian melakukan penyimpangan yang berakhir pada pembunuhan.

Hal Sepele Pemicu Perang

Nah, kembali pada konflik AS, Israel dan Iran, pedofil sempat menjadi olok-olok masyarakat karena terbongkarnya Epstein Files. Sejumlah akun media sosial Iran menyinggung hal itu dan sekarang akun-akun tersebut telah tumbang.

Perang bisa saja terjadi karena sesuatu yang dianggap sepele. Beberapa referensi menyebutkan kasus perang atau konflik yang melibatkan negara bisa terjadi akibat hal yang dianggap sepele. Sebut saja perang AS dan Inggris tahun 1800an yang dipicu oleh penembakan seekor babi. Dampaknya, kedua negara terlibat konflik.

Ada pula perang akibat seseorang yang dilukai telinganya, bahkan gara-gara sepakbola, dua negara sempat terlibat kontak fisik yakni Honduras dan El Salvador. Jadi, penyebab perang bukan saja persoalan besar tapi bisa pula hanya karena permasalahan kecil yang akhirnya melibatkan institusi negara.

Mungkinkah ada ketersinggungan pribadi dalam konflik Amerika Serikat, Israel dan Iran? Iran memang kerap menyinggung persoalan-persoalan yang bernada satire terutama setelah kemunculan Epstein Files. Tapi…masak sih hanya karena itu ada yang tersinggung dan marah besar sampai mengeluarkan rudal dan jet tempur? Wallahualam….

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *