catrawarta.com — Daerah Istimewa Yogyakarta genap memasuki usia ke-271. Untuk mempertingati hari jadi tersebut, yang bakal berlangsung selama dua bulan yakni 11 Februari-11 April 2026, Pemda DIY meluncurkan logo Hari Ulang Tahun (HUT) di Teras Malioboro Beskalan. Peluncuran logo yang mengusung tema ‘Mulat Sarira Jumangkah Jantraning Laku’ itu sebagai simbol refleksi diri dan gerak bersama membangun masyarakat yang berkarakter dan berkelanjutan.
Logo Hari Jadi DIY ke-271 ini karya Raden Ardhana Rheswara Prasetya Kusuma, desainer grafis asal Jogja, yang terpilih dari 210 karya peserta sayembara dan berhak atas hadiah Rp 12 juta. Desain tersebut menampilkan tanaman padi dengan dominasi warna hijau, kuning dan merah sebagai representasi filosofi kehidupan.
“Dalam penyelenggaraan ini beradasar pada ketentuan Pasal 3 ayat 3 Peraturan Daerah Istimewa Yogyakarta Nomor 2 Tahun 2024 tentang Hari Jadi DIY. Dimana pada tanggal 13 Maret 1755 Masehi atau 29 Jumadil Awal Tahun Be 1680 ditetapkan sebagai Hari Jadi DIY yang selanjutnya diperingati setiap tanggal 13 Maret,” kata Ketua Panitia HUT ke-271 DIY sekaligus Asisten Bidang Administrasi Umum Setda DIY, Srie Nurkyatsiwi.
Menurutnya, rangkaian kegiatan Hari Jadi DIY ke-271 diharapkan memberi multiplier effect bagi ekonomi, sosial, hingga kebersihan lingkungan melalui Lomba Kebersihan Kantor.
Sedangkan Wakil Gubernur DIY, Sri Paduka Paku Alam X mengatakan, peringatan Hari Jadi DIY menjadi momentum refleksi perjalanan panjang daerah istimewa yang bertumpu pada nilai keistimewaan, budaya dan pengabdian kepada bangsa. Logo yang diluncurkan merupakan hasil dari sayembara yang diikuti seluruh lapisan masyarakat.
“Sayembara ini menjadi wujud nyata keterlibatan publik dalam mangayubagyo HUT ke-271 DIY. Ini adalah bukti bahwa semangat membangun Jogja tidak hanya tumbuh di ruang-ruang pemerintahan, tetapi juga hidup dan berkembang di tengah masyarakat,” terangnya.
Wagub DIY berharap logo Hari Jadi DIY ke-271 mampu menjadi proyeksi gerak bersama dalam membangun Jogja yang maju, berkarakter, dan berkelanjutan sesuai tema yang diusung.
Kembali pada Jatidiri
Pemenang sayembara logo Ardhana menuturkan, dalam peringatan HUT DIY ke-271 ia ingin menegaskan kembali jati diri warga Yogya sebagaimana tercermin dalam tema utama. Untuk itu pihaknya mengajak seluruh warga DIY untuk kembali pada jatidiri sendiri. Sebagaimana Jogja ini dibangun dari awal berdiri, dibesarkan bersama-sama di sini.
“Warga Jogja lahir dari nilai-nilai luhur, tumbuh dalam falsafah serta dijaga oleh tradisi. Nilai tersebut berpuncak pada filosofi ‘Sangkan Paraning Dumadi’,” terangnya.
Dalam penjelasannya, angka 2 divisualisasikan sebagai dua daun yang memuat nilai kehidupan. Daun pertama yang melengkung ke bawah dimaknai sebagai ajakan kembali pada jati diri, mengingat asal-usul dan tujuan hidup. Sementara daun kedua yang mengayun ke samping menggambarkan pentingnya empati dan kepedulian terhadap sesama.
Angka 7 diwujudkan dalam bentuk padi yang telah menguning sebagai simbol proses panjang kehidupan hingga menghasilkan panen yang subur. Filosofi ini mencerminkan tujuan hidup untuk meraih kesuksesan sekaligus kebaikan yang memberi manfaat bagi diri sendiri dan lingkungan.
Adapun angka 1 digambarkan sebagai benih padi yang melambangkan perjalanan hidup manusia dalam falsafah Jawa. Dari benih lahir kehidupan dengan tujuan mulia, tumbuh untuk mengamalkan kebaikan, hingga akhirnya melahirkan benih-benih kebaikan baru.

Mengatasi Anak Tidak Sekolah di Desa Sukomakmur 