Warta

Pendaki Yazid Ditemukan di Selatan Bukit Mongkrang

catrawarta.com — Misteri hilangnya pendaki Bukit Mongkrang (lereng Gunung Lawu), Yazid Ahmad Firdaus (26), warga Desa Gawanan, Kecamatan Colomadu, Kabupaten Karanganyar, akhirnya...

Evakuasi jenazah Yazid dari bulit Mitis (foto: Istimewa)

catrawarta.comMisteri hilangnya pendaki Bukit Mongkrang (lereng Gunung Lawu), Yazid Ahmad Firdaus (26), warga Desa Gawanan, Kecamatan Colomadu, Kabupaten Karanganyar, akhirnya terungkap. Korban ditemukan meninggal dunia di alur sungai kawasan Mitis, Kecamatan Tawangmangu, Selasa (10/2/2026) pagi.

Kepala Basarnas Surakarta, Kamal Riswandi, mengatakan, jasad korban ditemukan oleh relawan gabungan sekitar pukul 08.45 WIB di wilayah selatan Bukit Mongkrang, tepatnya di jalur sungai yang berada di antara tebing Mongkrang dan Mitis.

“Alhamdulillah pagi ini kami menerima informasi dari tim SAR gabungan, Mas Yazid telah ditemukan pukul 08.45 WIB dalam kondisi meninggal dunia,” terang Kamal.

Ekstrem dan Terjal

Menurut Kamal, medan di lokasi penemuan tergolong ekstrem dan terjal, sehingga menyulitkan proses evakuasi. Berdasarkan hasil analisis lapangan, Tim SAR memutuskan tidak menggunakan jalur pendakian utama Mongkrang karena kontur medan yang curam dan berisiko.

“Evakuasi dilakukan melalui jalur sungai menuju Desa Beruk, Kecamatan Jatiyoso, karena jalurnya lebih landai dan relatif aman untuk membawa jenazah,” jelasnya.

Proses evakuasi dilakukan secara bertahap dengan melibatkan 15 personel di titik penemuan, sementara total personel SAR gabungan yang dikerahkan mencapai sekitar 50 orang, terdiri dari Basarnas, TNI, Polri, BPBD, relawan dan masyarakat setempat.

Setelah berhasil dievakuasi ke wilayah Beruk pada Selasa petang, jenazah korban selanjutnya dibawa ke RSUD Karanganyar untuk dilakukan pemeriksaan lebih lanjut oleh tim medis dan kepolisian.

Seperti pernah diberitakan, Yazid dilaporkan hilang sejak Minggu (18/1/2026) saat melakukan pendakian di Bukit Mongkrang bersama beberapa rekannya. Operasi SAR resmi dimulai pada Senin (19/1/2026) dan berlangsung selama tujuh hari, namun belum membuahkan hasil.

Pencarian kemudian diperpanjang dua kali, masing-masing selama tiga hari, hingga akhirnya ditutup pada Sabtu (31/1/2026) karena nihil temuan. Meski demikian, sejumlah relawan tetap melakukan penyisiran mandiri hingga akhirnya korban ditemukan.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *