Warta

‘Reresik Sekolah’ Upaya Jaga Citra Kota Yogya

catrawarta.com — Menyadari Kota Yogya bukan hanya dikenal sebagai kota pendidikan dan budaya, melainkan juga daerah tujuan wisata, maka Jumat (6/2/20206) seluruh...

Aktivitas para siswa reresik sekolah dan lingkungannya. (Istimewa)

catrawarta.comMenyadari Kota Yogya bukan hanya dikenal sebagai kota pendidikan dan budaya, melainkan juga daerah tujuan wisata, maka Jumat (6/2/20206) seluruh pelajar kota ini dikerahkan untuk bersih-bersih di lingkungan sekolah masing-masing.

Lewat ‘Gerakan Reresik Sekolah’ , keiatan ini dimaksudkan sebagai bagian dari dukungan Lomba Kebersihan Sekolah se-Kota Yogya Tahun 2026.

Bersih-bersih masal ini tidak hanya menyasar lingkungan dalam sekolah, tetapi juga wilayah sekitar sekolah. Selain kerja bakti, kegiatan tersebut kemudian dirangkai Gelar Pelajar dan Pemuda yang menampilkan beragam kreasi seni siswa di halaman SMP Negeri 6 Yogyakarta.

Kepala Dinas Pendidikan, Pemuda dan Olahraga (Disdipora) Kota Yogyakarta Budi Santosa Asrori menjelaskan, gerakan reresik sekolah ini merupakan upaya berkelanjutan untuk menumbuhkan semangat gotong royong sekaligus menjaga citra Yogyakarta sebagai kota pendidikan dan pariwisata.

“Melalui gerakan tersebut, warga sekolah diajak berperan aktif menjaga kebersihan dan kenyamanan lingkungan kota,” ucap Budi Santosa Asrori.

Membangun Pembiasaan

Kepala SMP Negeri 6 Yogyakarta Dwi Isnawati mengatakan, sekolahnya telah membangun berbagai pembiasaan pengelolaan sampah melalui Gerakan Mas Jos (Masyarakat Jogja Olah Sampah). Program tersebut meliputi pemilahan sampah, bank sampah, pembuatan biopori, hingga penggunaan wadah pakai ulang.

Langkah tersebut terbukti mampu menurunkan volume sampah sekaligus membentuk karakter peduli lingkungan bagi siswa.

Kepala Disdikpora Kota Yogya, Budi Santosa Asrori menambahkan, gerakan reresik telah berjalan hampir dua tahun. Sejak 2025, kegiatan tersebut diintensifkan melalui lomba kebersihan sekolah sebagai pemantik semangat sekaligus sarana edukasi.

Gerakan ini diharapkan memberi manfaat langsung kepada masyarakat sekitar sekolah. “Sekolah diharapkan hadir dan memberi dampak nyata bagi lingkungannya,” katanya.

Pada hari yang sama, kerja bakti massal juga dilakukan pegawai di lingkungan Pemkot Yogyakarta hingga tingkat kelurahan di 14 kemantren dan 45 kelurahan.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *