Catra Budaya

Pameran Musik Miles Films: 30 Tahun Mendengar Terdengar di Lokananta

catrawarta.com — Kiprah Mira Lesmana (Miles) di dunia film tak diragukan lagi. Produksi atau karya yang dihasilkan Miles Films banyak mencatat prestasi....

Salah satu bagian yang ditampilakn dalam pameran 30 Tahun kiprah Miles.

catrawarta.comKiprah Mira Lesmana (Miles) di dunia film tak diragukan lagi. Produksi atau karya yang dihasilkan Miles Films banyak mencatat prestasi. Menginjak usia ke-30 tahun malang melintang di dunia film, Miles menggelar pameran “MUSIK MILES FILMS: 30 Tahun Mendengar Terdengar”.

Pameran yang berlangsung di Ruang Pamer Temporer Lokananta, Solo ini mengajak publik menyelami hubungan erat antara musik dan film dalam karya-karya Miles Films. Pameran yang digarap Miles Films berkolaborasi dengan this/PLAY dan Lokananta ini bakal berlangsung lama yakni 28 Januari hingga September 2026.

Musik dan film menjadi benang merah yang terpadu dalam perjalanan Miles Films sejak berdiri pada 1995. Melalui pameran ini, penonton diajak menelusuri jejak bunyi, nada dan gambar yang membentuk identitas estetika Miles Films, dari era analog hingga digital, dari layar lebar hingga ingatan kolektif penonton Indonesia.

Sejak Petualangan Sherina (2000) hingga Rangga & Cinta (2025), rumah produksi Miles Films pimpinan Mira Lesmana dan Riri Riza ini dikenal konsisten menghadirkan film dengan kekuatan artistik sekaligus kualitas produksi yang tinggi.

Creative Director Miles Films, Riri Riza, menjelaskan, musik dalam film memegang peran penting. Yakni, sebagai elemen yang menyatu dengan dialog dan desain suara, membangun emosi dan ritme serta mendukung adegan.

“Nada-nada dalam film-film Miles bukan sekadar pelengkap, melainkan unsur penting yang membentuk pengalaman emosional penonton dan menandai zamannya,”ujar Riri.

Deretan penata musik yang pernag melengkapi karya-karya Miles diantaranya Elfa Secioria, Thoersi Argeswara, Djaduk Ferianto, Melly Goeslaw & Anto Hoed, Indra Lesmana, Andy Ayunir, Aksan Sjuman, Basri S. Sila, Erwin Gutawa, Juang Manyala, Lie Indra Perkasa, hingga Aria Prayogi dan Sherina Munaf menjadi bagian dari perjalanan kreatif Miles Films.

Begitu pula para musisi dan band yang melahirkan lagu-lagu ikonik untuk film, di antaranya Eross Candra, Garasi, Mocca, Float, Nidji, Gigi, Bubugiri, Anggun C. Sasmi, Endah N Rhesa, RAN, dan Iwa K yang melekat kuat dalam budaya populer Indonesia.

Pameran ini menampilkan proses kerja kreatif di balik produksi musik dan film, mulai dari beragam arsip rilisan musik, artefak kreatif dari lirik hingga notasi musik yang digunakan Miles Films dan instalasi tentang musik dan film serta hubungan erat di antara keduanya.

Pengunjung juga diajak masuk ke instalasi studio rekaman untuk merasakan magisnya gema suara dan musik yang berpadu dalam gambar. Sigit D. Pratama, Founder & Lead Spatial Designer this/PLAY, menambahkan, pameran ini secara personal memberikan gambaran bagaimana musik menjadi bagian dari perjalanan visual dalam tubuh film yang utuh.

Pameran ini hadir dengan pendekatan tematik dan ruang eksperimental dalam linimasa 30 tahun Miles Films, menjadi perayaan atas relasi dua arah bagaimana Musik/Suara dan Film melalui metode gambar bergerak menjadi satu, utuh dan melengkapi untuk bercerita. “Ruang yang menjadi ringkasan perjalanan selama 30 tahun terus hadir mendekatkan gambar dan suara dengan berbagai medium kepada kita para penikmat melalui karya-karyanya,” ujar Sigit.

Wendi Putranto, CEO Lokananta, mengundang semua kalangan, baik penikmat film, pecinta musik, termasuk generasi muda di seluruh nusantara untuk datang berkunjung. Sungguh kehormatan dan kebanggaan besar bagi Lokananta, dalam perayaan menuju 70 tahun, dapat berkolaborasi dengan Miles Films melalui pameran ini. Selama tiga dekade, Miles Films telah menjadi zeitgeist perfilman Indonesia, melahirkan terobosan-terobosan yang menghidupkan kembali sinema nasional, membuka ruang bagi narasi-narasi baru, serta menegaskan kuatnya relasi antara film, musik, dan gagasan budaya.

“ Kami mengundang publik untuk mendengar kembali, memahami ulang, dan merayakan jejak kreatif Miles Filmssebagai bagian tak terpisahkan dari petualangan budaya populer Indonesia, ‘ ucap Wendi.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *