catrawarta.com — Laga terbesar abad ini dengan miliaran penonton sudah usai. Ada suka, ada duka. Mereka yang menang tentu bersuka cita dalam kegembiraan, sebaliknya yang kalah tak hanya menangis tetapi juga meluapkan emosi dengan berbagai cara. Di Meksiko, kerusuhan terjadi sesaat setelah timnya kalah dan tak mampu menembus babak perdelapan final.
Kalah dari Inggris 2-3, pendukung fanatiknya meluapkan kekecewaan. Kerusuhan terjadi di sejumlah tempat memakan korban 4 orang meninggal. Tiga orang meninggal di lokasi kerusuhan karena berdesak-desakan, 1 orang dibawa ke rumah sakit.
Pendukung fanatik Argentina juga mengamuk setelah timnya kalah 0-1 dari Spanyol di final FIFA World Cup 2026. Negara yang juga menggunakan bahasa resmi Sapnyol tersebut kalah di menit-menit akhir perpanjangan waktu. Kekalahan yang sangat menyakitkan.
Permainan kasar dan buruk Argentina menyulut kemarahan pendukung. Memang, permainan pada final melawan Spanyol tidak sebaik pada babak-babak sebelumnya. Pemainan Argentina, menurut banyak pendukungnya, terlalu banyak dengan drama bahkan diving. Sikap tidak sportif yang pada putaran sebelumnya tidak terlihat.
Messi Minta Maaf
Kapten tim Argentina, Lionel Messi pun angkat bicara. Melalui akun Instagram resminya @leomessi, ia menuliskan permintaan maaf. Ia menyadari betapa sakit dan luka. Perlu Waktu lama untuk sembuh.
“Tetapi saya juga berpegang teguh pada semua hal baik… Pertandingan-pertandingan yang kami menangkan dengan memberikan yang terbaik, momen-momen yang akan tetap terukir dalam ingatan kami selamanya,” tulis Messi.
Dukungan dari seluruh negeri, kerja keras dan segala upaya telah membawa kami kembali ke jajaran elite dunia. Sulit untuk sepenuhnya menghargai pencapaian mereka saat ini. Namun harus diakui, tim sudah mencapai dua final Piala Dunia berturut-turut.
“Terima kasih dari lubuk hati saya atas setiap ucapan dan pesan. Sekali lagi, kita berhasil bersatu sebagai sebuah negara dan berdiri bersama, berbagi kebanggaan yang luar biasa sebagai orang Argentina,” tutur Messi yang sekaligus mengucapkan selamat kepada Spanyol.
Mbappe Akui Gagal
Peraih gol terbanyak, Kylian Mbappe dari Prancis pun menyatakan hal yang sama. Ia menulis pesan puitis untuk seluruh pendukung tim selama kejuaraan berlangsung.

“Kepadamu, yang telah memberikan begitu banyak bagi kami. Seharusnya kami memberikan perpisahan yang lebih layak, namun kami gagal melakukannya,” ucap Mbappe.
Ia meneruskan, sulit untuk mengungkapkan dengan kata-kata besarnya kontribusi selama 14 tahun terakhir, mengingat betapa krusialnya peran kalian dalam kebangkitan tim ini. Orang-orang tidak selalu mengapresiasi kehebatan namun waktu dan sejarah akan meluruskan segalanya.
“Terima kasih telah memberiku kesempatan untuk mewakili negara di panggung terbesar selama bertahun-tahun,” kata Mbappe.
Dirinya merasa terhormat bisa berdiri berdampingan dengan salah satu legenda terbesar sepak bola. Ia sangat menghargai kenangan indah atas segala hal yang telah dilalui serta dicapai bersama. Ia mendoakan yang terbaik untuk babak baru, atas segala kontribusi yang begitu bermakna bagi seluruh anggota tim.

Reaktivasi Bandara Husein Bandung, Harapan Baru Pedagang Pasar Baru 