Warta

Profil Sudaryono: Anak Petani yang Resmi Menjabat Kepala BGN Baru

Sebelum Kepala BGN, ada sederet posisi yang mengukuhkan pengalamannya.

Sudaryono melambaikan tangan saat bersiap untuk dilantik menjadi wakil menteri pertanian oleh presiden joko widodo di istana negara jakarta kamis 1872024
Sudaryono melambaikan tangan saat bersiap untuk dilantik menjadi Wakil Menteri Pertanian oleh Presiden Joko Widodo di Istana Negara, Jakarta, Kamis (18/7/2024) (Foto: ANTARA FOTO/Hafidz Mubarak A/aww)

catrawarta.comSudaryono baru saja menduduki jabatan Kepala Badan Gizi Nasional (BGN). Eks Wakil Menteri Pertanian ini nyatanya bukan sosok baru di lingkungan Pemerintahan.

Dia tercatat memiliki rekam jejak yang baik sebagai politikus. Dia sendiri diketahui lahir di Grobogan, Jawa Tengah pada 23 Januari 1985 yang tumbuh dewasa di lingkungan keluarga petani Dukuh Mangunrejo, Desa Tembirejo, Kecamatan Toroh, Kabupaten Grobogan.

Saat remaja, dia mengaku cukup terbiasa dengan pekerjaan di lingkungan pertanian. Misalnya seperti memanggul jerami, gabah, hingga beras sebagai bentuk penghormatannya kepada orangtuanya sejak kecil.

Dia sendiri merupakan putra dari pasangan suami istri Yahyo dan Suwarni. Usai tamat SMP Negeri 2 Toroh Grobogan tahun 2000, dia kemudian melanjutkan pendidikan dengan beasiswa di SMA Taruna Nusantara Magelang dan meraih predikat lulusan terbaik pada 2003.

Hingga tahun 2004, Sudaryono mengenyam pendidikan tinggi di Akademi Pertahanan Nasional Jepang di bidang teknik mesin dan berhasil lulus dengan gelar Bachelor of Engineering tahun 2009.

Di jenjang magister, Sudaryono memilih Universitas Swiss German Tangerang dan lulus bergelar Magister Manajemen dan Master of Business Administration. Dia kemudian menjalani program doktoral di bidang manajemen dan bisnis di Institut Pertanian bogor dan lulus pada tahun 2025 lalu.

Hingga ketika dewasa, Sudaryono mulai berkarier secara professional. Dia didapuk menjadi Corporate Secretary di Nusantara Energy.

Kariernya perlahan mulai naik dan dia kian dipercaya memanggul tanggung jawab sebagai Chief Executive Officer (CEO) dari Garuda TV, CEO PT Nusantara Telematics System, CEO PT Indonesian Defense and Security technologies, chairman PT Sahabat Sejati Sejahtera Farma, hingga chariman PT Boga Halal Nusantara,

Kepiawaiannya di bidang manajemen membuat Sudaryono cepat dilirik oleh Presiden Prabowo Subianto. Dia lantas memenuhi panggilan Prabowo untuk mendampinginya sebagai asisten pribadi selama lima tahun dari 2009 hingga 2014.  

Pengalaman professional Sudaryono lantas mengantarkan dirinya untuk mulai menjajal karier di bidang politik. Sebagai tangan kanan Prabowo, kariernya melesat usai dipercaya menduduki kursi Wakil Sekretaris Jenderal (Wasekjen) Partai Gerindra pada tahun 2020 lalu.

Dia lantas dipercaya Prabowo untuk memimpin DPD Partai Gerindra Jawa Tengah. Di sini, Sudaryono kian dikenal secara luas dan mulai berkiprah di berbagai sektor pemerintahan maupun organisasi, baik tingkat regional hingga nasional.

Tercatat, Sudaryono pernah menjabat sebagai Ketua Umum Asosiasi Pedagang Pasar Seluruh Indonesia (APPSI) hingga Ketua Dewan Pembina Pedagang Pejuang Indonesia Raya (Papera).

Berdasarkan data LHKPN per 20 Januari 2025, Sudaryono memiliki total kekayaan bersih senilai Rp8,86 miliar. Jumlah tersebut meningkat menjadi Rp31 miliar dalam laporan terbaru disampaikan pada 29 Maret 2026.

Dilantik Jadi Kepala BGN

Seperti yang dilaporkan sebelumnya, Presiden Prabowo Subianto resmi melantik Sudaryono sebagai Kepala BGN menggantikan Nanik S. Deyang yang mengundurkan diri karena alasan kesehatan. Pelantikan digelar di Istana Negara, Jakarta, Rabu (22/7/2026).

Mensesneg Prasetyo Hadi mengatakan pelantikan Sudaryono dilakukan untuk memastikan kesinambungan pelaksanaan tugas BGN sehingga tidak terjadi kekosongan kepemimpinan di lembaga tersebut.

“BGN adalah sebuah institusi yang jenis pekerjaannya tidak bisa ditunda. Maka, dalam waktu sesingkat-singkatnya Bapak Presiden menerima pengunduran diri dari beliau. Kemudian sesegera mungkin untuk beliau memutuskan menunjuk penggantinya yang akan direncanakan untuk dilantik hari ini juga agar supaya proses atau tugas yang diemban BGN tidak terjadi kevakuman,” jelas Prasetyo.

Selain dipertimbangkan soal kontribusi Sudaryono dalam proses perumusan program MBG, pengalamanya sebagai Wamentan juga dinilai punya keunggulan tersendiri. Sebab, MBG dianggap masih memiliki keterkaitan dengan sektor pertanian.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *