catrawarta.com — Love scam termasuk salah satu penipuan online yang banyak memakan korban. Kerugian pun bisa mencapai miliaran rupiah. Di Medan, kerugian love scam terbesar yang pernah terjadi dengan jumlah fantastis, Rp 120 miliar. Di Sukoharjo, Jawa Tengah, mantan artis Fabiola Elizabeth Agnes dan komplotannya berhasil meraup Rp 41 miliar dari praktik love scam.
Itu sebagian cerita korban yang nilainya cukup besar. Sementara yang angkanya di ratusan ribu, jutaan, puluhan juta hingga ratusan juta juga tak kalah sedikit. Bukan hanya uang, ada pula korban yang tertipu harta benda mulai dari perhiasan, kendaraan bermotor hingga mobil.
Nah, mengapa seseorang begitu mudahnya teperdaya love scam? Korban tak sekadar orang awam namun ada pula yang tingkat pendidikan tinggi, memegang jabatan tertentu dan bukan dari kalangan tidak melek teknologi.
Perencana keuangan Rista Zwestika dalam akun instragamnya memberi edukasi mengenai mudahnya seseorang terkena pengaruh love scam. Ia membeberkan bagaimana bisa orang dengan pengetahuan umum yang lebih dari masyarakat awam pun dapat kena ”gendam” pelaku love scam.
Ia menguraikan, semua bermula dari perkenalan secara daring. Masing-masing mulai melakukan percakapan biasa melalui chat. Pelaku selalu memberi perhatian, setiap saat hadir dan tak lupa mengucapkan kata-kata manis seperti ”sayang”.
Mulai Muncul Masalah
Setelah hubungan manis terjalin, mulailah muncul cerita ada masalah seperti misalnya ingin memberi kado atau hadiah tetapi rekening bank sedang bermasalah. Muncul permintaan – lebih tepatnya pertolongan – untuk mengirim sejumlah uang toh nanti juga kembali dalam bentuk hadiah. Romantis dan begitu menggoda!
Sedikit demi sedikit akhirnya terkuraslah simpanan korban sebesar Rp 120 miliar. Ini kejadian nyata di Medan, Sumatera Utara. Tak butuh waktu lama, pelaku dengan identitas palsu berhasil meyakinkan korban hanya dalam 4 bulan. Korban seperti terbuai dengan kata-kata manis pelaku.
Menurut Rista, love scam tidak menyerang otak. Yang diserang adalah rasa sepi, rasa ingin dicintai, rasa dipercaya, rasa memiliki. Ketika emosi mengambil alih, logika mulai dimatikan dan inilah yang dimanfaatkan pelaku love scam.
Sebenarnya, kalau saja seseorang peka dengan tanda-tanda mengarah ke penipuan, ia bisa terhindar dari jerat itu. Pasalnya, modus pelaku selalu hampir sama dari waktu ke waktu. Misalnya, foto identitas sangat sempurna dengan paras cantik atau ganteng. Pelaku akan cepat mengucapkan kata ”sayang” meskipun baru beberapa saat berkenalan.
Pelaku juga selalu memiliki alasan tidak bisa melakukan video call, seperti sedang ada rapat, berada di tempat terpencil dengan sinyal tidak bagus dan lainnya. Tak jarang pelaku mengaku sedang berada di luar negeri untuk memperkuat kepercayaan korban. Setelah itu akan berlanjut ke permintaan tolong transfer uang, memberi aset digital dan meminta data pribadi atau OTP.
Memanfaatkan Kecerdasan Buatan
”Yang lebih berbahaya lagi, penipu menggunakan kecerdasan buatan (AI) untuk membuat wajah palsu, voice atau suara yang terdengar nyata, deepfake video dan profil media sosial yang terlihat meyakinkan,” tulis Rista.
Ia memberi penegasan, jangan mudah percaya dengan kenalan yang berwajah ganteng atau cantik, bersuara lembut, terkesan santun tetapi hanya mau vidoe call sebentar atau malah selalu menghindari panggilan video.
Karena itu, ia memberi tips agar tidak masuk ke jurang penipuan. Ada beberapa langkah yang harus dilakukan yakni verifikasi identitas melalui sumber resmi. Jangan percaya hanya dari foto atau video call, jangan kirim uang karena rasa kasihan atau rasa cinta.
Saran lain, diskusikan dengan keluarga atau teman sebelum melakukan transfer apalagi dalam jumlah besar. Apabila ”orang dekat” itu memaksa segera melakukan transfer dengan berbagai dalih, sebaiknya segera hentikan percakapan. Rista menegaskan, hal tersebut merupakan alarm.
”Love scam tidak memilih korban berdasarkan pendidikan. Banyak korban berasal dari kalangan profesional, pengusaha, dokter hingga akuntan, karena yang dimainkan bukan pengetahuan melainkan psikologi manusia,” paparnya.

Kejagung Tegaskan Penyidikan Korupsi MBG Tetap Berjalan 