catrawarta.com — Seluruh dunia lega dan bersuka cita, perang Amerika Serikat dan Iran berakhir. Kedua negara telah sepakat menandatangani perdamaian. Perdamaian tersebut menurut Presiden AS Donald Trump untuk menghindari bencana ekonomi global.
Banyak negara mengeluh, termasuk Indonesia, karena penutupan Selat Hormuz menjadikan jalur distribusi minyak terganggu. Selat itu menjadi jalur utama kapal tanker minyak, 20 persen distribusi melalui laut tersebut. Bisa dibayangkan dampaknya bagi negara-negara yang menggantungkan impor minyak.
Kesepakatan damai Presiden AS Donald Trump dan Presiden Iran Masoud Pezeshkian telah menandatanganinya. Apa saja sebenarnya isi kesepakatan damai tersebut? Media Jerman, dw.com menuliskan inti kesepakatan damai kedua negara.
Pada poin pertama yang utama yakni AS dan Iran serta sekutu mereka menyatakan penghentian segera dan permanen operasi militer di semua lini, termasuk di Lebanon. Keduanya berjanji menghormati kedaulatan dan integritas wilayah masing-masing.
Poin lain menyebutkan, AS dan Iran berkomitmen untuk bernegosiasi dan mencapai kesepakatan akhir dalam waktu maksimal 60 hari yang dapat diperpanjang dengan persetujuan bersama.
Buka Blokade Selat Hormuz
Keduanya sepakat mencabut blokade angkatan lautnya di Selat Hormuz dan akan mengakhiri sepenuhnya dalam 30 hari. Lalu lintas kapal akan sebanding dengan jumlah lalu lintas sebelum perang. Ini tentu menjadi kabar gembira bagi seluruh dunia.
Poin berikutnya, Iran akan mengatur jalur aman bagi kapal komersial tanpa biaya selama 60 hari. Selain itu, AS dan para mitranya akan berupaya mengembangkan rencana setidaknya $300 miliar untuk rekonstruksi dan pembangunan Iran.
Rakyat Iran juga lepas dari segala tekana karena AS berjanji untuk mengakhiri semua jenis sanksi terhadap Iran. Sebaliknya Iran menegaskan kembali bahwa mereka tidak akan memperoleh atau mengembangkan senjata nuklir.
Iran akan mengurangi kandungan uranium yang sangat diperkaya di bawah pengawasan Badan Energi Atom Internasional. Namun demikian, belum ada kejelasan apakah Iran harus menyerahkan material tersebut atau memindahkannya keluar dari negara.
Sediakan Dana untuk Riset
Sembari menunggu kesepakatan akhir, AS dan Iran akan mempertahankan status quo program nuklir mereka. Amerika Serikat tidak akan memberlakukan sanksi baru atau mengerahkan pasukan tambahan.
Departemen Keuangan AS akan mengeluarkan pengecualian untuk ekspor minyak mentah Iran, produk minyak bumi, dan turunannya, serta semua layanan terkait, termasuk transaksi perbankan, asuransi, transportasi, dan lainnya.
Ada pula poin yang menyatakan AS berjanji sepenuhnya menyediakan dana dan aset Iran yang dibekukan atau dibatasi untuk digunakan kembali.
Kedua negara akan sepakat mekanisme eksekutif akan dibentuk untuk memantau keberhasilan implementasi perjanjian damai dan kepatuhan di masa mendatang terhadap kesepakatan akhir.
Setelah penandatanganan, dan dengan syarat dimulainya implementasi paragraf 1, 4, 5, 10 dan 11 dan kelanjutan implementasi langkah-langkah ini, AS dan Iran akan memulai negosiasi mengenai kesepakatan akhir secara eksklusif pada paragraf lainnya. Kesepakatan akhir akan disahkan oleh resolusi Dewan Keamanan PBB yang mengikat.

Nama Didit Hediprasetyo Foundation Hilang dari Daftar Sponsor ARTJOG 2026 