Warta

Harga Pertamax Naik, Olah Plastik Jadi BBM

catrawarta.com — Kenaikan Harga BBM nonsubsidi jenis pertamax yang semula Rp 12.300 menjadi Rp 16.250 menjadi beban berat bagi mereka yang biasa...

Person wearing gloves turns a red valve to release liquid into a translucent beaker on a lab bench area
HASIL: Inilah hasil olahan sampah plastik menjadi BBM di Bali.(Sumber: instagram cocosocialfund)

catrawarta.comKenaikan Harga BBM nonsubsidi jenis pertamax yang semula Rp 12.300 menjadi Rp 16.250 menjadi beban berat bagi mereka yang biasa menggunakannya. Kini, sebagian besar pengguna beralih ke pertalite meskipun harus antre lama di SPBU. Ada pula yang memilih membeli eceran, tak perlu antre dan masih terjangkau yakni Rp 12.500 per liter.

“Kalau antre pertalite di SPBU minimal 30 menit, bisa lebih. Setelah pertamax naik, antrean bisa sampai 1 jam,” ungkap Vian, pengguna pertamax yang beralih ke pertalite.

Usai kenaikan pertamax, ia berburu pertalite di sejumlah SPBU. Begitu terlihat agak sepi, antrean diperkirakan tidak lebih 30 menit, ia langsung masuk. Namun ketika antrean panjang dan menurutnya bisa 1 jam, ia memilih membeli di eceran.

Membeli pertalite di eceran pun harus pandai-pandai memilih. Pasalnya, tidak semua takaran pas 1 liter atau kalau ada kekurangan sangat sedikit. Ia sudah menandai sejumlah pedagang yang ukurannya cenderung tepat. Dengan selisih Rp 2.000 dari SPBU menurutnya tak masalah karena tak harus antre.

Bukan hanya Vian, pelanggan lain yang sudah setia pada pertamax juga terpaksa beralih ke pertalite. Bagus yang membuka warung makan kini meluangkan waktu untuk antre pertalite di SPBU. Kesetiaan pada pertamax tak bisa dipertahankan karena kenaikan yang menurutnya tidak masuk dalam perhitungannya sebagai pedagang.

Olah Plastik Jadi BBM

Jauh sebelum ramai kenaikan harga BBM, beberapa pihak mencoba melakukan alternatif membuat BBM dari sampah plastik. Mereka sudah memprediksi harga BBM jenis apapun, cepat atau lambat bakal naik. Kini baru BBM nonsubsidi yang naik. Tidak menutup kemungkinan BBM subsidi juga akan mengalami kenaikan, hanya menunggu waktu.

Salah satu yang memelopori pengolahan sampah plastik menjadi BBM adalah Komunitas Get Plastic. Di Bali, seperti ditulis detik.com dan akun instagram ukmexpertid, Dimas Bagus Wijanarko memulai inovasi mengolah sampah plastik menjadi BBM.

Menggunakan teknologi pirolisis, ia dapat mengolah plastik menjadi BBM seharga Rp 7.000 per liter. Harga yang sangat masuk akal bagi masyarakat terutama untuk mereka yang beraktivitas seperti petani, nelayan, UMKM dan lainnya.

Bahkan khusus untuk kelompok petani dan nelayan, ia membebaskan tarif aliasd gratis. Dimas mengolah plastik menjadi BBM di kediamannya Desa Sibang Kaja, Badung, Bali.

Teknik pengolahan menggunakan metode pirolisis dengan memanaskan sampah plastik rumah tangga hingga 250 derakat Celcius tanpa oksigen. Hasil akhir, sampah plastik berubah menjadi solar dan bensin. Proses pengolahan memakan waktu 3 jam, cukup lama tetapi hasilnya memuaskan.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *