Catra Budaya, Warta

Outfit “Bling-Bling” Bagian dari Tradisi Ma’bello Musim Haji Masyarakat Bugis

catrawarta.com — Kepulangan sejumlah jemaah haji asal Sulawesi Selatan kembali mencuri perhatian. Pulang dari Tanah Suci bukan hanya soal kembali ke rumah,...

Jamaah haji asal sulawesi selatan sumber  dokumentasi humas kanwil kemenag sulsel
Ma'bello jamaah haji asal Sulawesi Selatan (Sumber : Dokumentasi Humas Kanwil Kemenag Sulsel)

catrawarta.comKepulangan sejumlah jemaah haji asal Sulawesi Selatan kembali mencuri perhatian. Pulang dari Tanah Suci bukan hanya soal kembali ke rumah, tetapi juga tampil istimewa. Tak sedikit jemaah perempuan yang memilih mengenakan pakaian mencolok lengkap dengan aksesoris dan perhiasan saat perjalanan pulang dan terlihat sangat “bling-bling”.

Hal ini terlihat pada jemaah haji asal Gowa, Sulawesi Selatan yang tergabung dalam kloter 5 UPG (Makassar). Sejak di Bandara King Abdul Aziz Jeddah, Arab Saudi, Kamis (4/6/2026), sejumlah jemaah perempuan mulai tampak mengenakan pakaian bernuansa “bling-bling”, dikutip dari kompas.com.

Salah satu jemaah, Suryani, mengaku sudah menyiapkan pakaian khusus untuk pulang dari sejak masih di Tanah Air. Ia memilih baju berwarna kuning dengan payet warna-warni serta aksesoris pelengkap yang dibeli saat berada di Tanah Suci.

Menurut Suryani, penampilan “bling-bling” itu bukan sekadar gaya, tetapi sebagai bentuk rasa bahagia sekaligus syukur setelah berhasil menuntaskan semua prosesi ibadah haji dengan berjalan lancar walaupun tidak lepas dari berbagai tantangan.

“Memang tanda kesyukuran kita sudah merampungkan ibadah haji kita pulang memang begini,” kata Suryani di Bandara Jeddah.

Jemaah haji lain, Nurina, menyebutkan pakaian istimewa yang dipakai menjadi simbol kebahagiaan setelah menunggu selama 15 tahun untuk akhirnya bisa melaksanakan ibadah haji.

Sebelumnya, terlihat pula pada ratusan jemaah haji asal Kabupaten Sidenreng Rappang (Sidrap), Sulawesi Selatan yang telah di Tanah Air pada Selasa (2/6/2026). Mereka tampil “bling-bling” mencolok dengan pakaian mewah dan perhiasan emas, dikutip dari idntimes.com.

Penampilan tersebut merupakan bagian dari tradisi Ma’bello, budaya khas masyarakat Bugis yang biasa dilakukan sebelum para jemaah bertemu keluarga di kampung halaman.

Saat tiba di Asrama Haji Makassar, para jemaah masih menggunakan seragam haji. Namun sebelum melanjutkan perjalanan ke Sidrap, mereka singgah di Masjid Al-Markaz Maros untuk berganti pakaian, berhias, dan mengenakan busana terbaik lengkap dengan perhiasan emas.

Bupati Sidrap, Syaharuddin Alrif, mengatakan seluruh jemaah asal Sidrap memang diminta tetap memakai seragam haji sebelum menjalani prosesi Ma’bello.

“Biasanya di pesawat mereka ma’bello atau merias sendiri. Tapi kali ini kebijakannya supaya seragam dulu semuanya menggunakan pakaian haji. Nanti singgah di Maros untuk ma’bello atau merias menggunakan pakaian ala orang Sidrap,” kata Syaharuddin.

Bagi banyak jemaah Bugis, tradisi Ma’bello menjadi cara untuk menyambut kepulangan dengan penuh suka cita setelah menuntaskan rangkaian ibadah di Tanah Suci, sekaligus memberikan penampilan terbaik saat akhirnya kembali bertemu keluarga dan kerabat.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *