Catra Cendekia, Catra Milenia, Warta

Pelajar Indonesia Raih Medali Emas IPITEx 2026 lewat Inovasi AI Pemantau Kesehatan Tanah

catrawarta.com — Tujuh pelajar Indonesia berusia 15 tahun meraih medali emas dalam ajang Bangkok International Intellectual Property, Invention, Innovation and Technology Exposition...

Sejumlah pelajar Indonesia berusia 15 tahun menciptakan inovasi SoilPIN sebuah alat portabel pemantau kesehatan tanah berbasis kecerdasan buatan (AI) berhasil meraih Medali Emas pada ajang IPITEx 2026 di Bangkok, Thailand. ANTARA/HO-Kementerian Komunikasi dan Digital

catrawarta.comTujuh pelajar Indonesia berusia 15 tahun meraih medali emas dalam ajang Bangkok International Intellectual Property, Invention, Innovation and Technology Exposition (IPITEx) 2026 yang digelar di Bangkok, Thailand, pada 5–9 Januari 2026. Mereka memenangkan kompetisi internasional tersebut melalui inovasi SoilPIN, alat portabel berbasis kecerdasan buatan (Artificial Intelligence/AI) untuk memantau kesehatan tanah secara cepat dan akurat. Jakarta. (13/1/2026)

Alat ini dirancang untuk mengukur delapan parameter tanah, mulai dari pH, suhu, kelembapan, salinitas, hingga kandungan unsur hara seperti nitrogen, fosfor, dan kalium. Seluruh data kemudian terintegrasi dengan aplikasi ponsel, yang secara otomatis memberikan analisis serta rekomendasi kondisi tanah bagi penggunanya.

Salah satu anggota tim menyebut, pengembangan SoilPIN berangkat dari pengamatan sederhana terhadap praktik pertanian yang masih banyak mengandalkan perkiraan.
“Kami ingin membuat alat yang mudah digunakan dan bisa memberi gambaran kondisi tanah secara cepat, sehingga keputusan yang diambil bisa lebih tepat,” ujarnya.

Uji coba awal perangkat ini telah dilakukan di sejumlah wilayah, termasuk Bandung dan Jakarta. Selain itu, SoilPIN juga telah tercatat hak ciptanya di Indonesia sebagai bentuk perlindungan atas karya intelektual para pelajar tersebut.

Direktur Jenderal Ekosistem Digital Kementerian Komunikasi dan Digital, Edwin Hidayat Abdullah, menilai inovasi tersebut menunjukkan kemampuan generasi muda dalam membaca persoalan nyata dan menerjemahkannya ke dalam solusi teknologi.
“Ini membuktikan bahwa anak-anak muda Indonesia tidak hanya menguasai teknologi, tetapi juga memahami bagaimana teknologi dapat digunakan untuk menjawab kebutuhan di lapangan,” kata Edwin.

Keberhasilan ini turut mendapat dukungan dari Garuda Spark Innovation Hub yang berperan dalam pendampingan pengembangan inovasi dan mendorong pemanfaatannya secara lebih luas. Dukungan tersebut dinilai penting agar inovasi tidak berhenti pada capaian kompetisi, melainkan dapat terus disempurnakan dan digunakan secara berkelanjutan.

Ajang IPITEx sendiri merupakan pameran inovasi dan teknologi internasional yang mempertemukan peneliti, pelajar, dan inovator dari berbagai negara. Kemenangan SoilPIN menempatkan Indonesia sejajar dengan negara-negara lain dalam pengembangan teknologi terapan berbasis kebutuhan riil, sekaligus menunjukkan potensi generasi muda dalam menghubungkan pengetahuan digital dengan persoalan di sektor dasar.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *