catrawarta.com — Salah satu aktivis Papua yang juga menjadi ”artis” dalam film ”Pesta Babi, Kolonialisme Zaman Kita” dikabarkan hilang. Ia sempat berbalik arah, dari semula menolak segala bentuk eksploitasi Papua namun kemudian tiba-tiba menyatakan menerima bahkan menyatakan tidak pernah diajak bicara pada proses pembuatan film Pesta Babi.
Namanya, Yasinta Moiwend, kerap disapa Mama Yasinta. Ia sejak dulu terkenal sebagai sosok perempuan kritis yang menolak proyek Program Strategis Nasional (PSN) di Papua. Ia menilai proyek tersebut telah merusak alam dan lingkungan Papua.
Wajahnya sangat ikonik karena menjadi salah satu pemain film Pesta Babi. Setelah pemutaran film di seluruh Indonesia bahkan dunia, tiba-tiba ia menyatakan tidak pernah diajak bicara mengenai film tersebut. Ia kemudian dikabarkan menggugat para pembuat film.
Menanggapi hal itu, Sutradara Pesta Babi, Dandhy Laksono menyatakan dalam akun instagramnya tidak mengetahui apa yang terjadi dengan Mama Yasinta. Ia minta semua pihak untuk menahan diri mengenai kondisi Mama Yasinta.
”Kawan-kawan semua, kita tak pernah benar-benar tahu apa yang sedang dialami Mama Yasinta Moiwend di pedalaman Papua sana. Apapun yang muncul di media sosial sepertinya kita perlu menahan diri untuk tidak menghakimi beliau,” papar Dandhy seperti tertulis pada akun instagramnya.
Ia juga menuliskan, bahkan jika semua yang disampaikan murni atas kehendak sendiri, bukankah setiap orang berhak membuat pilihan?
Dikabarkan Hilang
Kerabat Mama Yasinta mengungkapkan melalui media sosial, mereka kehilangan karena sejak terlihat melaporkan pembuat film hingga kini tidak terlihat. Ada yang sempai melihat keberadaannya di salah satu Markas TNI di Papua. Namun tidak ada keterangan resmi dari TNI mengenai kebenaran kabar tersebut.
Pada akun degeipouga18, yang mengaku sebagai anak angkat Mama Yasinta mengungkapkan secara runtut yang dialaminya. Ia tidak menyebutkan identitas secara lengkap karena merasa takut, demi menjaga keluarga yang berada di bawah tekanan dan ancaman militer.
”Saya sudah menganggap Mama Yasinta sebagai mama kandung karena semua biaya sekolah diurus oleh Mama Yasinta Moiwend,” tutur akun itu.
Ia pernah menerima telepon dari Mama Yasinta yang mengabarkan didatangi tentara dan polisi ada juga orang Tiongkok. Mereka datang ke rumah mengancam dan akan membunuh, menembak Mama Yasinta. Selain itu, mereka juga memberi sejumlah uang.
Akun lain menceritakan Mama Yasinta sempat dijemput oleh TNI setelah dikabarkan hilang. Ia kemudian berangkat ke Jakarta menggunakan pesawat milik PT Jhonlin Grup.

Siswa SD Sumringah Bisa Berbaur dengan Prabowo dan Megawati 