Catra Cendekia

Ini Bahayanya Pewarna Industri untuk Kosmetik

catrawarta.com — Banyak beredar kosmetik yang menawarkan hasil instan. Tak sedikit yang ternyata palsu dan mengandung bahan berbahaya. Data Badan Pengawas Obat...

Woman in a yellow hijab and glasses speaks into a handheld microphone on a stage with flags in the background
Pakar Farmasi UMY, apt RR Sabtanti Harimurti PhD.(Sumber: dok UMY)

catrawarta.comBanyak beredar kosmetik yang menawarkan hasil instan. Tak sedikit yang ternyata palsu dan mengandung bahan berbahaya. Data Badan Pengawas Obat dan Makanan (BPOM) menyebutkan ada 11 produk kosmetik yang mengandung pewarna merah K10 yang biasanya digunakan untuk industri.

Pewarna berbahaya tersebut terdapat pada krim wajah, toner, cat kuku, hingga sampo. Bukan hanya itu, sejumlah produk juga terdeteksi mengandung bahan terlarang lain seperti merkuri, hidrokuinon, asam retinoat, deksametason, serta cemaran 1,4-dioksan yang berisiko tinggi bagi kesehatan dan dapat berakibat fatal.

Menurut Pakar Farmasi UMY, apt RR Sabtanti Harimurti PhD, pewarna merah K10 atau yang lebih dikenal sebagai Rhodamin B merupakan zat pewarna sintetis. Pemerintah melarang keras penggunaannya untuk kosmetik.

Kecuali bersifat karsinogenik, bahan tersebut juga dapat menyebabkan iritasi kulit hingga dampak kesehatan kronis apabila terserap tubuh secara terus-menerus.

Pengawasan Ketat

Sabtanti menegaskan perlunya pengawasan ketat dan berkala karena tidak semua produk yang beredar di pasaran benar-benar aman. Masyarakat juga harus lebih teliti ketika akan membeli sebuah produk.

“BPOM memang memiliki tugas untuk terus melakukan pengawasan terhadap produk yang beredar, baik obat, makanan, maupun kosmetik. Pengawasan dilakukan melalui pengambilan sampel di lapangan yang kemudian diuji di laboratorium untuk melihat apakah terdapat kandungan bahan berbahaya,” paparnya dalam keterangan tertulis melalui Humas UMY.

Ia melanjutkan, temuan kosmetik yang mengandung pewarna merah K10 menjadi pengingat masyarakat jangan sembarangan memilih kosmetik.

Bahan pewarna merah K10, jelas Sabtanti, sebenarnya bukan bahan untuk produk kecantikan. Zat tersebut untuk pewarna tekstil, cat, dan kertas. Akan tetapi, karena harganya murah dan mudah diperoleh, akhirnya sering disalahgunakan untuk produk kosmetik.

Dampak pada Pengguna

Menurut Sabtansi, Rhodamin B dapat mengakibatkan efek berbeda pada setiap orang. Dalam jangka pendek, bahan tersebut dapat menyebabkan iritasi, terutama pada pemilik kulit sensitif. Pengguna biasanya akan merasa panas, ruam, hingga gatal.

Risiko yang lebih berbahaya akan muncul ketika bahan tersebut digunakan secara terus-menerus dalam waktu lama. Rhodamin B memiliki sifat karsinogenik yang dapat memicu pertumbuhan sel kanker akibat akumulasi zat berbahaya di dalam tubuh apabila terpapar terus-menerus.

“Kalau digunakan terus-menerus, zat ini bisa masuk ke dalam tubuh melalui kulit, mulut, maupun saluran pernapasan. Misalnya pada lipstik, bahan tersebut dapat ikut tertelan sedikit demi sedikit. Masalahnya, Rhodamin B tidak bisa dimetabolisme tubuh dengan baik sehingga dapat terakumulasi. Dalam jangka panjang, sifat karsinogeniknya bisa memicu gangguan fungsi hati hingga kanker hati,” paparnya masih dikutip dari keterangan tertulisnya.

Organ hati menjadi bagian tubuh yang paling rentan terdampak karena berfungsi sebagai pusat detoksifikasi berbagai zat. Saat hati tidak mampu mengolah zat berbahaya, risiko kerusakan organ dapat meningkat.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *