Warta

BP4 di Tengah Menurunnya Minat Menikah & Tingginya Perceraian

catrawarta.com — Ini pesan Menteri Agama (Menag) kepada pengurus Badan Penasihatan Pembinaan dan Pelestarian Perkawinan (BP4) terhadap fenomena menurunnya minat untuk menikah...

Menag saat mengukuhkan pengurus BP4 Sumatera Selatan. (Kemenag)

catrawarta.comIni pesan Menteri Agama (Menag) kepada pengurus Badan Penasihatan Pembinaan dan Pelestarian Perkawinan (BP4) terhadap fenomena menurunnya minat untuk menikah dan tingginya angka perceraian di Indonesia.

Menag meminta pengurus BP4 aktif mencegah perceraian dan memperkuat ketahanan keluarga di tengah meningkatnya tantangan sosial masyarakat.

Hal itu Menag tegaskan ketika mengukuhkan pengurus BP4 Provinsi Sumatera Selatan di Palembang, Rabu (13/5/2026). “BP4 itu sangat penting. Ada dua pahalanya yang seringkali disia-siakan. Pahala pertama adalah mengawinkan orang, amal jariahnya besar. Pahala kedua yang sangat besar, menjadikan orang tidak jadi bercerai gara-gara kita,” katanya seperti dikutip kemenag.go.id.

“Saya mohon agar kita mengajak anak-anak bangsa untuk segera kawin kalau sudah cukup umur dan memenuhi persyaratan. Jangan membiarkan mereka menunda perkawinan. Tapi, terlalu cepat kawin juga salah, karena penelitian membuktikan banyak anak lahir stunting terjadi pada pernikahan di bawah umur,” ujarnya.

Menag mengatakan, saat ini terjadi perubahan sosial di masyarakat yang ditandai dengan menurunnya minat menikah dari tahun ke tahun. Kondisi tersebut, menurutnya, perlu menjadi perhatian serius BP4 karena dapat berdampak pada ketahanan keluarga dan kehidupan sosial masyarakat.

Menag pantas prihatin dengan kecenderungan menurunnya minat menikah, karena data Badan Pusat Statistik (BPS) menyebutkan, penurunan angka menikah dalam satu dekade terakhir dinilai cukup signifikan. Data di tahun 2024 menyebutkan, jumlah pernikahan di Indonesia menyusut menjadi sekitar 1,4 juta. Padahal, di tahun 2014 minat menikah masih di angka 2,1 juta. Penurunan pernikahan selama sepuluh tahun terakhir diperkirakan mencapai 30 persen.

Menurut Menag penurunan kemauan untuk menikah menjadi fenomena menarik untuk diperhatikan. “Terjadi penurunan kemauan untuk kawin dari tahun ke tahun. 2023 penurunannya 10 persen, penurunan 10 persen lagi muncul pada tahun 2024, dan penurunannya lebih tinggi lagi di 2025,” ujar Menag.

Menurunnya angka pernikahan, pesan Menag, jangan sampai memicu meningkatnya pergaulan bebas dan sikap permisif di tengah masyarakat. Oleh karena itu, BP4 diminta ikut menjaga moralitas sosial melalui penguatan keluarga dan pembinaan masyarakat.

Pada bagian lain, Menag juga menyinggung tingginya angka perceraian yang berdampak pada munculnya persoalan sosial baru di masyarakat. Ia berharap BP4 turut menjadi lembaga untuk mencegah perceraian.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *