Warta

Ikan Sapu-Sapu Bukan untuk Konsumsi, Jangan Pula untuk Pupuk!

catrawarta.com — Fenomena ledakan populasi ikan sapu-sapu (Hypostomus plecostomus) di berbagai wilayah Indonesia, mulai dari Jakarta, Kediri, hingga Gorontalo, kini berada pada...

Pile of black shiny plastic hoses or cords tangled in a yellow bin or crate against a tan background
TANGKAP: Penangkapan dan pemusnahan ikan sapu-sapu yang mengandung logam berat.(Sumber: kominfotik jakarta selatan)

catrawarta.comFenomena ledakan populasi ikan sapu-sapu (Hypostomus plecostomus) di berbagai wilayah Indonesia, mulai dari Jakarta, Kediri, hingga Gorontalo, kini berada pada level yang mengkhawatirkan. Tak hanya itu, yang lebih mengkhawatirkan konon ada oknum yang memanfaatkan ikan sapu-sapu untuk campuran bakso, siomay dan lainnya.

Upaya pemusnahan massal, seperti pembersihan 10 ton ikan sapu-sapu di Jakarta baru-baru ini, menjadi bukti nyata betapa agresifnya spesies invasif merusak tatanan hayati sungai dan danau. Guru Besar Bioteknologi Perikanan dan Kelautan UGM, Prof Alim Isnansetyo menegaskan pengendalian populasi ikan sapu-sapu tidak boleh dilakukan secara instan atau musiman.

”Penangkapan harus berkesinambungan, mungkin sebulan sekali, agar populasinya tidak kembali meledak dan mengancam ikan endemik asli Indonesia,” tandas Alim dalam siaran persnya kepada media.

Penangkapan masif menurutnya hanya solusi sementara jika kualitas air sungai tetap buruk dan tercemar, karena ikan sapu-sapu sangat tangguh di lingkungan kotor. Langkah krusial berikutnya adalah melakukan restocking atau penebaran kembali bibit ikan lokal setelah kualitas lingkungan diperbaiki agar keseimbangan ekosistem kembali pulih.

Jangan Konsumsi Ikan Sapu-Sapu

Terkait aspek keamanan pangan, Alim memberikan peringatan keras kepada masyarakat untuk tidak mengonsumsi daging ikan sapu-sapu dengan alasan apa pun. Ia menjelaskan ikan sapu-sapu bukan komoditas budidaya pangan, sehingga standar keamanan dan kelayakan konsumsinya tidak bisa dipertanggungjawabkan.

Lebih berbahaya lagi, ikan tersebut memiliki kemampuan bertahan hidup di air yang sangat tercemar, sehingga dagingnya berisiko tinggi terkontaminasi logam berat yang mematikan.

”Konsumsilah ikan yang memang dibudidayakan dengan baik. Ikan sapu-sapu dari perairan tercemar membawa residu berbahaya bagi kesehatan manusia,” tegas Alim.

Bahkan, ia melarang penggunaan ikan hasil tangkapan sungai sebagai bahan pakan ternak atau pupuk, karena racun di dalamnya dapat berpindah ke makhluk hidup lain.

Sebagai langkah akhir yang aman, Alim menyarankan agar ikan sapu-sapu yang telah dimusnahkan sebaiknya dikubur atau dibakar menggunakan insinerator guna memutus rantai kontaminasi lingkungan.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *