catrawarta.com — Korban meninggal dalam kecelakaan antara Kereta Api Jarak Jauh (KAJJ) Argo Bromo Anggrek dan KRL Commuter Line bertambah. Berbagai sumber menjelaskan ada tujuh korban meninggal, kini menjadi total 14 orang meninggal.
Rangkuman dari cnbcindonesia.com,liputan6.com, antaranews.com, portal-indonesia.net, jumlah korban bertambah, begitu pula mereka yang menjalani perawatan di rumah sakit.
Berdasarkan data terbaru yang dihimpun otoritas terkait hingga pukul 08.45 WIB, tercatat sebanyak 14 orang dinyatakan meninggal dunia. Seluruh jenazah korban telah dievakuasi ke RS Polri Kramat Jati, Jakarta Timur, guna menjalani proses identifikasi lebih lanjut.
“Data terbaru hingga pukul 08.45 WIB, tercatat 14 orang meninggal dunia. Korban meninggal dunia telah dibawa ke RS Polri Kramat Jati,” ungkap Direktur Utama PT KAI, Bobby Rasyidin, dalam keterangan persnya seperti dikutip berbagai media.
Penanganan Intensif para Korban
Selain korban jiwa, kecelakaan maut tersebut juga mengakibatkan 84 orang mengalami luka-luka. Para korban luka saat ini telah mendapatkan penanganan medis intensif yang tersebar di berbagai fasilitas kesehatan di wilayah Bekasi dan sekitarnya.
Beberapa rumah sakit yang menjadi rujukan penanganan korban antara lain RSUD Bekasi, RS Bella Bekasi, RS Primaya, RS Mitra Plumbon Cibitung, RS Bakti Kartini, RS Siloam Bekasi Timur, RS Hermina, serta RS Mitra Keluarga Bekasi Timur dan Barat.
Terkait biaya penanganan, PT KAI memastikan seluruh korban akan mendapatkan jaminan penuh. Perusahaan berkomitmen untuk tidak membebankan biaya apa pun kepada para korban maupun keluarga yang ditinggalkan.
“KAI menegaskan seluruh biaya pengobatan bagi korban luka serta biaya pemakaman bagi korban meninggal dunia ditanggung sepenuhnya oleh asuransi dan perusahaan,” tegas Bobby.
Evakuasi Masih Berlangsung
Ia menjelaskan hingga sekarang, tim pencari dan penyelamat (SAR) gabungan masih berupaya keras mengevakuasi penumpang yang diduga terjebak dalam rangkaian gerbong. Proses evakuasi berlangsung dramatis lantaran kondisi rangkaian kereta yang saling menghimpit dan mengalami kerusakan sangat parah.
Petugas di lapangan menghadapi tantangan teknis yang berat, sehingga pemotongan badan gerbong harus dilakukan secara ekstra hati-hati untuk menghindari risiko tambahan. Keselamatan tim evakuasi dan potensi penyintas menjadi prioritas utama di lokasi kejadian.
Guna memberikan kepastian bagi pihak keluarga, PT KAI telah membuka Posko Tanggap Darurat dan Informasi di Stasiun Bekasi Timur. Selain itu, barang-barang milik pelanggan yang ditemukan di lokasi telah diamankan di layanan lost and found di bawah pengawasan pihak kepolisian.

Pemkab Temanggung Optimistis, Pengembangan Edamame dan Buncis Penggerak Ekonomi Daerah 