catrawarta.com — Dugaan kekerasan pada anak-anak balita di Yogyakarta mengundang keprihatinan banyak pihak. Salah satunya organisasi perempuan Aisyiyah.
Mereka secara resmi melalui Pimpinan Pusat Aisyiyah menyampaikan keprihatinan mendalam atas kasus kekerasan terhadap anak yang terjadi di salah satu daycare di Yogyakarta. Kasus tersebut menjadi pengingat penting bahwa lembaga pengasuhan anak harus menjamin keamanan dan perlindungan.
Ketua Umum Pimpinan Pusat Aisyiyah, Salmah Orbayinah, mengungkapkan daycare semestinya menjadi ruang aman yang mendukung tumbuh kembang anak, bukan sebaliknya menjadi tempat yang membahayakan dan membuat trauma.
”Harusnya daycare menjadi ruang yang aman bagi tumbuh kembang anak serta mengedepankan prinsip perlindungan anak. Bukan sebaliknya menjadi tempat yang membahayakan dan rentan pada praktik kekerasan,” tandasnya melalui siaran pers tertulis ke media.
Langkah Tegas Hukum
Salmah menyatakan dukungan terhadap langkah tegas aparat penegak hukum menangani kasus tersebut. Menurutnya, proses hukum harus berjalan secara transparan, akuntabel, dan berkeadilan agar tidak terjadi impunitas.
Penegakan hukum, tegasnya, harus transparan, akuntabel, dan berkeadilan guna memastikan tidak ada impunitas dalam kasus kekerasan yang melibatkan banyak orang itu.
Selain penegakan hukum, ia juga menekankan pentingnya pemulihan trauma bagi para korban, anak maupun orang tua. Pemulihan harus menjadi prioritas melalui layanan yang profesional, menyeluruh, dan berkelanjutan guna mengatasi dampak psikologis.
Penguatan Ketahanan Keluarga
Aisyiyah, jelas Salmah, juga mendorong penguatan ketahanan keluarga serta peningkatan kewaspadaan masyarakat terhadap kondisi anak. Perlindungan anak merupakan tanggung jawab bersama yang membutuhkan peran aktif seluruh pihak.
Sementara itu, Sekretaris Umum PP Aisyiyah, Tri Hastuti Nur Rochimah, mengingatkan pentingnya empati publik dalam menyikapi kasus tersebut, termasuk dalam pemberitaan media.
Ia menyatakan besarnya perhatian publik harus diiringi dengan empati dan tidak menyalahkan orang tua, khususnya ibu. Dalam kasus itu, orang tua juga merupakan korban dan perlu mendapatkan dukungan.
Tri menambahkan, daycare tetap menjadi pilihan penting bagi orang tua, terutama yang memiliki keterbatasan sistem dukungan dalam pengasuhan anak. Karena itu, negara memiliki peran strategis memastikan kualitas dan keamanan layanan daycare.
Ia menekankan pentingnya pendampingan, standardisasi, dan pengawasan terhadap lembaga pengasuhan anak sebagai bagian dari penguatan care economy.
”Setiap institusi yang berhubungan dengan anak harus memiliki dan menerapkan protokol perlindungan anak yang jelas, komprehensif, dan konsisten berbasis pemenuhan hak anak,” tandasnya.

Jumhur Hidayat, “Dari Sel Penjara ke Kabinet, Menantang Oligarki Lingkungan” 