Warta

Zakat Belum Mampu Tekan Kemiskinan, Lazismu DIY Soroti Penguatan Program Ekonomi

catrawarta.com — Penghimpunan dana zakat, infak, dan sedekah (ZIS) yang terus meningkat ternyata belum sepenuhnya berbanding lurus dengan penurunan angka kemiskinan. Fenomena...

Paparan laporan tahunan Lazismu DIY 2025.

catrawarta.comPenghimpunan dana zakat, infak, dan sedekah (ZIS) yang terus meningkat ternyata belum sepenuhnya berbanding lurus dengan penurunan angka kemiskinan. Fenomena ini menjadi refleksi penting bagi lembaga pengelola zakat untuk mengevaluasi pola distribusi dan pemberdayaan yang dijalankan.

Di Daerah Istimewa Yogyakarta, misalnya, penghimpunan dana ZIS oleh Lazismu DIY sepanjang 2025 mencapai angka yang cukup besar, yakni Rp 64,2 miliar. Namun demikian, besarnya dana yang terhimpun itu belum sepenuhnya berdampak signifikan terhadap penurunan tingkat kemiskinan di masyarakat.

Hal tersebut mengemuka dalam agenda Public Expose dan Pelaporan Tahunan Lazismu DIY 2025 yang digelar di Den Nany Resto, kawasan Tamansiswa, Yogyakarta.

Wakil Ketua Badan Pengurus Lazismu DIY Bidang Fundraising dan Kerja Sama, Purnomo, yang mewakili Ketua Badan Pengurus Lazismu DIY Jefree Fahana, menjelaskan kegiatan tersebut merupakan bagian dari upaya menjaga transparansi pengelolaan dana publik.

Menurutnya, forum ini sekaligus menjadi ruang akuntabilitas kepada masyarakat dan para mitra yang selama ini mempercayakan penyaluran dana melalui Lazismu.

“Alhamdulillah pada tahun 2025 Lazismu DIY menghimpun dana sebesar Rp 64,2 miliar. Terima kasih kepada Bapak dan Ibu semuanya yang sudah mempercayakan kepada Lazismu DIY,” ujar Purnomo dalam kesempatan tersebut.

Dari total dana yang terhimpun, infak terikat menjadi penyumbang terbesar dengan nilai mencapai Rp 22,5 miliar.

Puluhan Miliar Dana Tersalurkan

Dalam pemaparannya, Purnomo menyebutkan bahwa dana zakat sebesar Rp 13,7 miliar telah disalurkan kepada delapan golongan penerima manfaat (asnaf).

Sementara itu, penyaluran dana infak sepanjang 2025 mencapai Rp 31,4 miliar.

Selain distribusi langsung kepada penerima manfaat, Lazismu DIY juga menjalankan berbagai program sosial berbasis enam pilar utama, yaitu lingkungan, ekonomi, kesehatan, kemanusiaan, pendidikan, sosial dakwah

Dari berbagai program tersebut, dana yang telah ditasarufkan mencapai Rp 23,7 miliar. Secara keseluruhan, total dana yang disalurkan Lazismu DIY sepanjang 2025 mencapai Rp 45,2 miliar dengan jumlah penerima manfaat sebanyak 75.961 orang maupun lembaga.

Belum Efektif Tekan Kemiskinan

Di balik capaian tersebut, Lazismu DIY mengakui masih terdapat tantangan besar dalam memastikan dana zakat benar-benar mampu meningkatkan kemandirian ekonomi masyarakat. Purnomo menilai pilar ekonomi menjadi salah satu sektor yang perlu mendapat perhatian lebih serius. Program pemberdayaan ekonomi dinilai menarik, tetapi masih menghadapi persoalan dalam mengukur keberhasilan dampaknya.

“Pilar ekonomi ini sebetulnya cukup menarik, tetapi ada hal-hal yang perlu diimprove kembali karena cara mengukur keberhasilannya masih belum jelas,” ujarnya.

Ia menambahkan, fenomena meningkatnya penghimpunan zakat yang tidak diikuti dengan penurunan signifikan angka kemiskinan menjadi bahan evaluasi penting. “Bagaimana dari bantuan ini bisa meningkatkan ekonomi, karena semakin tinggi zakat yang diperoleh ternyata tingkat kemiskinan tidak turun-turun,” kata Purnomo.

Mendorong Zakat Produktif

Realitas tersebut memperlihatkan bahwa pengelolaan dana zakat tidak cukup hanya berfokus pada distribusi bantuan sosial yang bersifat konsumtif. Pendekatan pemberdayaan ekonomi atau zakat produktif dinilai perlu diperkuat agar penerima manfaat mampu mandiri secara ekonomi.

Program seperti bantuan usaha mikro, pelatihan keterampilan, hingga pendampingan usaha dinilai dapat menjadi strategi jangka panjang untuk memutus rantai kemiskinan.

Bagi lembaga pengelola zakat, evaluasi semacam ini menjadi langkah penting agar dana ZIS tidak sekadar menjadi instrumen bantuan sosial, tetapi juga berfungsi sebagai motor penggerak kesejahteraan masyarakat.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *