catrawarta.com — Program Tentara Nasional Indonesia yang diberi nama TNI Manunggal Membangun Desa (TMMD) ‘Sengkuyung’ ternyata hingga kini masih eksis. Bahkan, kadang warga menunggu kehadiran TNI untuk membantu pembangunan fisik, seperti pembuatan talud dan mengecor jalan desa.
Baru saja Kodim 0729 Bantul juga melaksanakan TMMD di Dusun Payak, Kalurahan Srimulyo, Kapanewon Piyungan. Kegiatan selama 30 hari ini mulai 10 Februari hingga 11 Maret 2026 ini bertema ‘Darma BaktiTMMD Satukan Langkah, Membangun Negeri dari Desa’ sebagai wujud komitmen bersama antara TNI, pemerintah daerah, dan masyarakat dalam mempercepat pembangunan wilayah pedesaan.
Upacara pembukaan digelar di Lapangan Srimulyo, sebagai inspektur upacara Staf Ahli Bupati Bantul Bidang Ekonomi, Keuangan dan Pembangunan Dra Sri Nuryani MSi mewakili Bupati Bantul.
TMMD merupakan wujud operasi bakti TNI yang merupakan program terpadu lintas sektor antara TNI-Polri dengan departemen, lembaga pemerintah non departemen dan pemerintah daerah serta komponen bangsa lainnya, yang dilaksanakan secara terintegrasi bersama masyarakat. Program ini untuk akselerasi kegiatan pembangunan di daerah pedesaan, khususnya wilayah tertinggal, terisolasi, perbatasan dan daerah kumuh perkotaan serta daerah lain yang terkena dampak akibat bencana.
Pelaksanaan TMMD ini memiliki tujuan yang sangat penting bagi kemajuan masyarakat dan ketahanan bangsa. Kegiatan TMMD ini difokuskan pada pembangunan insfrastruktur pedesaan yang sangat dibutuhkan masyarakat sebagai penunjang aktivitas ekonomi sosial. Adapun bentuk pembangunan yang dilakukan meliputi peningkatan akses jalan cor blok untuk meningkatkan konektivitas antar wilayah serta penyempurnaan rumah ibadah.
Selain kegiatan pembangunan pisik, TMMD ini juga diisi dengan kegiatan non pisik yang memiliki dampak besar terhadap peningkatan kapasitas dan kesadaran masyarakat, yang mencakup penyuluhan bela negara atau wawasan kebangsaan, trantib masyarakat, hunian aman dan sehat serta pemberdayaan masyarakat.
Sementara Pasiter Kodim 0729 Bantul Kapten Inf Sugeng melaporkan, sasaran fisik TMMD di Payak ini membuat jalan corblok sepanjang 427 M dan merehab tempat ibadah atau Mushola.
Terdapat Situs
Menurut Badan Pelestarian Cagar Budaya (BPCB) di Dusun Payak terdapat situs yang dulunya merupakan tempat sumber air kuno atau petirtaan kuno. Berdasarkan bentuk bangunan yang tersisa yaitu berupa susunan batuan putih membentuk huruf U tersebut berukuran panjang 3,12 meter dan lebar 1,24 meter merupakan tempat untuk pemandian.
Pada tahun 1970 situs ini ditemukan dan dilakukan penggalian setahun setelahnya dengan empat tahap. Pada tiap penggalian ditemukan beberapa peninggalan seperti peripih yag terdiri atas lempengan emas dan perak, dan pecahan kendi dari bahan gerabah. Dari penggalian dan penemuan tersebut konon tempat ini juga digunakan sebagai ritual keagamaan maupun kegiatan yang lain dengan pengambilan air suci dari situs ini.
Situs ini disinyalir merupakan warisan dari peradaban Hindu dan dibangun pada abad 9 Masehi. Hal tersebut nampak dari ditemukannya Arca Dewa Siwa di lokasi yang berada pada relung dinding.
Situs ini dikelilingi oleh pagar dari rumput hijau, tebal dan rapi. Posisi situs berada lebih rendah 6 meter dari area sekitar, sehingga untuk menuju lokasi harus menuruni anak tangga. Kondisi situs sendiri sangat bersih, rapi dan terdapat penjaga yang merawatnya.

Diskon Tarif Transportasi Lebaran 2026, Kurangi Beban Masyarakat 