Warta

Telapak Harimau Itu Ternyata Musang dan Anjing Liar

catrawarta.com — Kabar tentang adanya jejak telapak harimau di Pedukuhan Panggul Desa Candirejo Kapanewon Semanu Kabupaten Gunungkidul, bikin heboh. Waga setempat pun...

Hasil pantauan kamera BKSDA yang terekam adalah jenis musang dan anjing liar. (Dok BKSDA)

catrawarta.comKabar tentang adanya jejak telapak harimau di Pedukuhan Panggul Desa Candirejo Kapanewon Semanu Kabupaten Gunungkidul, bikin heboh. Waga setempat pun resah. Mereka khawatir keberadaan si raja hutan di wilayahnya itu benar.

Balai Konservasi Sumber Daya Alam (BKSDA) DIY pun bertindak cepat. Untuk memastikan benar tidaknya telapak kaki yang ditemukan warga itu milik harimau atau bukan, BKSDA akhirnya memasang kamera pengintai selama dua pekan. Hasilnya, bikin lega.

Pengendali Ekosistem Hutan BKSDA DIY, Taufan Kharis dalam keterangan persnya menjelaskan, kamera trap atau pengintai dipasang di tiga titik di sekitar lokasi yang bakal didirikan pondok pesantren itu.

Kamera dipasang sejak 20 Januari hingga 2 Februari 2026. Hasil pemantauan ternyata tidak menemukan keberadaan satwa dilindungi maupun satwa liar berbahaya.

“Selama pemantauan, yang terekam hanya kucing kampung, musang dan anjing. Tidak ada macan atau harimau,” ujarnya.

Pada pekan pertama, kamera trap merekam kucing, anjing, dan musang. Sementara pada pekan kedua, hanya kucing dan musang yang tertangkap kamera. Hewan-hewan tersebut muncul di lebih dari satu titik pemantauan. Berdasarkan hasil tersebut, BKSDA DIY menyimpulkan, jejak kaki yang sebelumnya diduga telapak harimau adalah jejak anjing liar.

Seperti diketahui, warga di Pedukuhan Panggul menemukan jejak misterius tersebut pertama kali pada 2 Januari 2026 di area pembangunan pondok pesantren. Jejak serupa kembali muncul pada 10 dan 15 Januari, sehingga memicu keresahan masyarakat, terlebih karena adanya cerita turun-temurun mengenai keberadaan harimau liar di wilayah tersebut.

BKSDA DIY menegaskan, hingga saat ini tidak ditemukan ancaman satwa liar berbahaya di wilayah Semanu. Meski begitu, warga tetap diminta waspada dan segera melapor apabila menemukan jejak atau aktivitas satwa liar yang mencurigakan agar dapat ditindaklanjuti secara cepat dan terukur. Dengan berakhirnya pemantauan melalui kamera diharapkan warga sudah lega dan tenang.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *