Warta

Shinta Nuriyah Wahid Sampaikan Tiga Pesan tentang Bencana

catrawarta.com — Istri almarhum Presiden KH Abdurrahman Wahid atau Gus Dur, Hj Shinta Nuriyah Wahid menyampaikan tiga pesan di hadapan umat Islam...

BUKA BERSAMA: Jajaran Komisi Hubungan Antaragama dan Kepercayaan Konferensi Waligereja Indonesia (Komisi HAK KWI) menyambut kedatangan Hj Shinta Nuriyah Wahid.(Sumber: dok KWI)

catrawarta.comIstri almarhum Presiden KH Abdurrahman Wahid atau Gus Dur, Hj Shinta Nuriyah Wahid menyampaikan tiga pesan di hadapan umat Islam dan Katolik. Ia mengungkapkan tentang bencana yang melanda Indonesia dalam Tausiyah Ramadan pada acara Buka Bersama Ibu Hj Shinta Nuriyah yang digelar Komisi Hubungan Antaragama dan Kepercayaan Konferensi Waligereja Indonesia (Komisi HAK KWI) di Jakarta.

Hadir dalam buka bersama kali ini, Uskup Keuskupan Agung Jakarta Ignatius Kardinal Suharyo, Ketua Presidium KWI Mgr Antonius Subianto OSC, Ketua Komisi HAK KWI, Mgr Christophorus Tri Harsono, unsur wakil rakyat DPR RI, wali kota, camat, lurah, unsur ormas keagamaan (MUI, Muhammadiyah, NU, Parisadha Hindu, Permabudhi, Matakin, PGI, Penghayat Kepercayaan).

Organisasi Keagamaan Pemuda juga hadir, Pemuda Katolik, Pemuda Muhammadiyah, GP Ansor, GAMKI, Hindu, Buddha, Konghucu, dan Penghayat Kepercayaan. Hadir pula para tokoh lintasagama, masyarakat, tokoh masyarakat dan lainnya.

Sementara dari unsur kaum duafa, hadir Komunitas Anak Yatim Piatu dari Kwitang, Tim Oranye Kebersihan Jalan Menteng, Komunitas Janda Kalipasir, Panti Asuhan Muslim Kalipasir, Panti Asuhan Muslim Masjid Cut Mutia, Panti Asuhan Katolik Vinsensius Kramat, Tukang Parkir Cut Mutia, dan karyawan-karyawati Kantor KWI.

Peringatan dari Allah Swt

Shinta Nuriyah menjelaskan bencana yang diturunkan Allah Swt merupakan peringatan. Ia mengajak umat bersama-sama mohon petunjuk agar mendapat ketajaman mata, ketajaman pikiran, ketajaman otak. Sehingga bisa memahami peringatan tersebut.

Ia juga mengatakan, bencana merupakan ujian dari Allah. Umat sebaiknya mohon kepada Allah agar kita bisa menjalani ujian dengan sebaik-baiknya. Tidak ada manusia yang tidak mengalami ujian, semuanya pasti mengalami ujian, dan yang lulus ujian pasti akan mengalami kenaikan derajat.

Berikutnya, apabila bencana merupakan hukuman dari Allah, manusia harus bertobat. Manusia harus meningkatkan iman taqwa dan minta kepada Allah agar hukuman yang diturunkan segera diangkat.

Pada kesempata itu, ia mengungkapkan keprihatinannya karena bencana diperparah dengan adanya goncangan-goncangan lainnya. Ia menjelaskan, para pengampu hukum, pengampu negara dan sebagainya banyak melakukan perbuatan atau tindakan yang justru meresahkan rakyat dan membuat rakyat lebih menderita.

Shinta Nuriyah mengingatkan dan mengajak masyarakat memohon pertolongan dari Allah. Juga memohon ampunan kepada Allah semua ujian segera diangkat. Bagi yang melakukan pelanggaran yang menyengsarakan rakyat tentu bakal mendapat hukuman.

Selama Ramadan, Shinta Nuriyah berkeliling ke pelosok-pelosok daerah, menyapa warga masyarakat dalam sinergi dengan umat beriman, apa pun agama dan kepercayaannya. Kegiatan itu sudah dilakukannya sejak lama dan menjadi agenda rutin.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *