Warta

Ratusan Puskesmas Pembantu Beroperasi Lagi, Pelayanan Kesehatan Dapat Optimal

catrawarta.com — catrawarta.com – Kabar baik datang dari pemulihan fasilitas kesehatan di wilayah pascabencana Sumatra. Ratusan Puskesmas Pembantu (Pustu) yang sebelumnya sempat...

A ward with multiple hospital beds on wheels blue railings and brown mattresses arranged along light blue tiled floor
Ilustrasi salah satu puskesmas di lokasi bencana Sumatra yang sudah beroperasi kembali.(Sumber: Satgas PRR)

catrawarta.comcatrawarta.com – Kabar baik datang dari pemulihan fasilitas kesehatan di wilayah pascabencana Sumatra. Ratusan Puskesmas Pembantu (Pustu) yang sebelumnya sempat lumpuh total, kini telah kembali beroperasi untuk melayani masyarakat hingga ke tingkat komunitas paling bawah.

Berdasarkan data Satgas Penanggulangan dan Pemulihan (PRR), proses rehabilitasi menunjukkan progres yang sangat signifikan. Dari ribuan Pustu yang terdampak di tiga provinsi, kini akses kesehatan bagi para penyintas sudah kembali dalam jangkauan yang lebih dekat.

Ketua Satgas PRR, Muhammad Tito Karnavian mengungkapkan pada awal fase penanganan Desember 2025 lalu, tercatat ada 148 Pustu yang terpaksa berhenti beroperasi akibat kerusakan parah. Namun, kerja keras tim di lapangan berhasil memangkas angka tersebut secara drastis dalam waktu singkat.

Masih Jalani Rehabilitasi

Ia memaparkan, memasuki pertengahan April 2026, jumlah unit yang masih dalam tahap perbaikan terus berkurang. Data terbaru per 17 April 2026 menunjukkan hanya tersisa 12 unit Pustu saja yang masih menjalani proses rehabilitasi akhir.

Sisa 12 unit Pustu tersebut tersebar di wilayah Aceh dan Sumatera Utara. Di Aceh Timur, beberapa unit seperti Pustu Blang Seunong dan Bandar Baro sedang dalam tahap pembangunan baru serta renovasi untuk memastikan standar layanan kembali normal.

Sementara itu di Sumatera Utara, fokus perbaikan berada di Kota Sibolga dan Kabupaten Tapanuli Tengah. Petugas di lapangan tengah mengebut penyelesaian pembangunan ulang Pustu di wilayah seperti Hutabarangan dan Sibuluan Nalambok.

Berbeda dengan daerah tetangganya, Sumatera Barat mencatatkan hasil yang lebih cepat. Seluruh Pustu di wilayah tersebut telah kembali beroperasi sepenuhnya, menandakan pemulihan yang merata di sektor layanan kesehatan dasar.

Layanan Rumah Sakit

Tak hanya Pustu, layanan rumah sakit pemerintah juga telah pulih 100 persen. Dari 87 rumah sakit yang sempat terdampak bencana, kini semuanya telah berfungsi normal kembali untuk melayani rujukan medis bagi masyarakat luas.

Di level puskesmas, sebanyak 152 unit yang awalnya sempat berhenti beroperasi juga sudah kembali aktif. Hal itu memastikan layanan kesehatan primer di tingkat kecamatan tidak lagi menemui hambatan teknis.

Ia menilai langkah cepat Kementerian Kesehatan dan para relawan menjadi kunci utama di balik pulihnya sistem kesehatan pascabencana.

“Saya memberikan apresiasi tinggi kepada Pak Menkes karena beliau turun langsung dan betul-betul bekerja mengendalikan dengan semua relawan, sehingga kurang dari satu bulan semua RSUD sudah operasional 100 persen,” ujar Tito.

Ia menegaskan pemulihan fasilitas kesehatan hingga tingkat terbawah adalah prioritas utama. Menurutnya, Pustu memiliki peran vital karena menjadi garda terdepan tempat masyarakat berobat dan berkonsultasi mengenai kesehatan mereka sehari-hari.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *