catrawarta.com — Meski eskalasi di kawasan Timur Tengah (Timteng) sedang bergolak akibat konflik Iran-Amerika Serikat (AS) dan Israel, namun persiapan penyelenggaraan ibadah haji 2026 (1447 H) tetap jalan terus. Bahkan, dirasakan belum ada terkendala yang berarti.
Pengakuan itu disampaikan Wakil Menteri Haji dan Umrah (Wamenhaj), Dahnil Anzar Simanjuntak, saat memberikan keterangan tentang keamanan jemaah haji Indonesia. Sebab, Pemerintah (Kementerian Haji dan Umrah) telah menyiapkan pola persiapan haji lebih dini dibandingkan tahun-tahun sebelumnya.
“Serangan Israel dan Amerika Serikat belum mengganggu persiapan haji Indonesia, kamiberharap seluruh jemaah haji Indonesia dapat diberangkatkan sesuai jadwal yang telah ditetapkan,” jelas Dahnil.
Persiapan dilakukan setelah Idul Fitri. Namun untuk 2026, mayoritas tahapan sudah diselesaikan jauh lebih awal. “Saat ini sudah 95 persen persiapan haji, baik itu katering, hotel, transportasi, penerbangan, semua perangkat persiapan penyelenggaraan itu sudah beres. Termasuk pembayaran,” katanya.
Menurut Dahnil, seluruh komponen utama layanan bagi jemaah haji Indonesia telah dikontrak dan dibayarkan. Hal ini , berbeda dengan masa pandemi Covid-19 ketika pembatalan terjadi sebelum proses pembayaran berjalan penuh, tahun ini seluruh kewajiban administratif dan finansial sudah dituntaskan.
Ia optimis penyelenggaraan haji 2026 tidak akan terdampak situasi geopolitik kawasan. “Kami berkeyakinan penyelenggaraan haji 2026 mudah-mudahan tidak terdampak, sehingga semua jamaah haji dari seluruh Indonesia bisa diberangkatkan sesuai dengan jadwal,” ucanya.
Meski begitu, pemerintah tetap menyiapkan sejumlah skenario mitigasi. Kementerian Haji dan Umrah telah menyiapkan rencana A, B, hingga C untuk mengantisipasi kemungkinan perubahan kebijakan dari negara lain yang mungkin memengaruhi kuota atau pergerakan jemaah.
Saat ini, tahapan yang tersisa terutama proses pengelompokan jemaah dalam kelompok terbang (kloter). “Tinggal grouping dalam istilah perhajian. Grouping itu artinya kloter ini jemaah digrup-grupkan saja,” tambah Dahnil
Embarkasi Banten
Kementerian Haji dan Umrah RI akan menjadikan Embarkasi Banten atau Asrama Haji Banten sebagai proyek percontohan (pilot project) yang disebut sebagai layanan One Stop Services untuk jemaah umrah.
“Kami berencana menjadikan Embarkasi Banten atau Asrama Haji Banten ini sebagai percontohan yang kami sebut sebagai One Stop Services,” ungkap Dahnil.
Dahnil mengungkapkan bukan hanya Kemenhaj, program yang diperuntukkan bagi jemaah umrah itu juga akan melibatkan maskapai Garuda Indonesia dan Imigrasi. “Jemaah umrah nantinya bisa menggunakan fasilitas asrama haji yang kami sebut One Stop Services. Beli tiket garuda, manasik, menginap bisa gunakan fasilitas asrama haji. Proses keimigrasian (bea cukai) dilakukan di Asrama Haji. Jadi one stop services,” ungkapnya.
Dahnil menegaskan program itu hanya opsi yang bisa dipilih oleh jemaah yang menunaikan umrah dengan biro travel, bukan wajib.
Dengan menggunakan Asrama Haji, kata Dahnil, jemaah bisa menginap, manasik, mengurus tiket pesawat Garuda, hingga menyelesiakan urusan Imigrasi, sehingga jemaah tinggal berangkat.

Anggaran Terbatas, Pemda DIY Fokus Tambal Sulam Jalan Rusak 